Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 30 Juli 2026
Dugaan Meningitis di Tabanan, Kemungkinan Berasal Dari Tempat Jagal Babi
Rabu, 15 Maret 2017,
17:47 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Merebaknya kasus MMS di Tabanan ternyata tidak berpengaruh terhadap peternak babi bersekala kecil di Tabanan. Hanya saja, para peternak berharap para tukang jagal babi tidak membeli babi yang sakit dan berbakteri kemudian dijual kepada masyarakat.
Hal itu diungkapkan oleh I Ketut Yoga peternak babi Tabanan, Rabu (15/3).
“Secara umum kami para peternak babi yang ada di desa belum terkena imbas MMS,” jelasnya.
[pilihan-redaksi]
Meski demikian Ia berharap para pengambil kebijakan segera melakukan upaya antisipasi. Terlebih pada pengawasan terhadap para tukang jagal babi.
“Kami menduga, para tukang jagal menjual daging babi yang berbakteri,” duganya.
Menurut analisanya, ketika babi milik peternak sakit, para peternak akan langsung mencari dokter hewan, mengobati atau memberikan vaksin agar babinya kembali sehat.
“Tidak mungkin peternak kecil seperti kami menjual babi dalam kondisi sakit,” jelasnya.
Ia bahkan menduga, ada permainan di tingkat tukang jagal. Pihaknya menggambarkan kemungkinan tukang jagal menggunakan kesempatan membeli babi yang sakit dengan harga miring kemudian dipotong dan dagingnya dijual kepada masyarakat.
“Kami hanya meminta pemerintah mengawasi tukang tukang jagal daging babi. Mengenai kebersihan tempat penjagalan. Karena selama ini belum ada petugas dari pemerintah yang memantau aktivias penjagalan daging babi,” bebernya.
Sementara itu Dinas Pertanian Tabanan yang juga membidangi masalah peternakan, akhirnya mengumpulkan para peternak babi. Hadir pula pada sosialisasi membahas masalah MMS itu Sekda Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa, Kadis Kesehatan I Nyoman Suratmika, Direktur BRSU Tabanan Nyoman Susila, Asiten II Pemkab Tabanan I I Wayan Miarsana, Kabaghumas I Putu Dian Setiawan.
Usai pertemuan tersebut Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti langsung mengeluarkan surat edaran nomor 524.3/1211/Distan mengenai kewaspadaan dini terhadap penyebaran penyakit meningitis streptococcus suis pada babi di Kabupaten Tabanan. SK tersebut berisikan sejumlah poin diantaranya menginformasikan kepada masyarakat khususnya peternak melapor ke UPT peternakan atau dinas pertanian apabila ditemukan babi yang lumpuh, nafsu makan menurun.
Peternak pun diharapkan tidak menjual babi sakit. Sementara, masyarakat dihimbau memasak daging babi sampai matang. Begitu pula dengan pengepul tidak membeli dan memotong babi yang sakit, memperhatikan kebersihan perseorangan, hingga tempat pengolahan serta bahan baku yang akan diolah. [nod/wrt]
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3049 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2085 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2047 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1824 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026