Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Dugaan Meningitis di Tabanan, Kemungkinan Berasal Dari Tempat Jagal Babi
Rabu, 15 Maret 2017,
17:47 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Merebaknya kasus MMS di Tabanan ternyata tidak berpengaruh terhadap peternak babi bersekala kecil di Tabanan. Hanya saja, para peternak berharap para tukang jagal babi tidak membeli babi yang sakit dan berbakteri kemudian dijual kepada masyarakat.
Hal itu diungkapkan oleh I Ketut Yoga peternak babi Tabanan, Rabu (15/3).
“Secara umum kami para peternak babi yang ada di desa belum terkena imbas MMS,” jelasnya.
[pilihan-redaksi]
Meski demikian Ia berharap para pengambil kebijakan segera melakukan upaya antisipasi. Terlebih pada pengawasan terhadap para tukang jagal babi.
“Kami menduga, para tukang jagal menjual daging babi yang berbakteri,” duganya.
Menurut analisanya, ketika babi milik peternak sakit, para peternak akan langsung mencari dokter hewan, mengobati atau memberikan vaksin agar babinya kembali sehat.
“Tidak mungkin peternak kecil seperti kami menjual babi dalam kondisi sakit,” jelasnya.
Ia bahkan menduga, ada permainan di tingkat tukang jagal. Pihaknya menggambarkan kemungkinan tukang jagal menggunakan kesempatan membeli babi yang sakit dengan harga miring kemudian dipotong dan dagingnya dijual kepada masyarakat.
“Kami hanya meminta pemerintah mengawasi tukang tukang jagal daging babi. Mengenai kebersihan tempat penjagalan. Karena selama ini belum ada petugas dari pemerintah yang memantau aktivias penjagalan daging babi,” bebernya.
Sementara itu Dinas Pertanian Tabanan yang juga membidangi masalah peternakan, akhirnya mengumpulkan para peternak babi. Hadir pula pada sosialisasi membahas masalah MMS itu Sekda Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa, Kadis Kesehatan I Nyoman Suratmika, Direktur BRSU Tabanan Nyoman Susila, Asiten II Pemkab Tabanan I I Wayan Miarsana, Kabaghumas I Putu Dian Setiawan.
Usai pertemuan tersebut Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti langsung mengeluarkan surat edaran nomor 524.3/1211/Distan mengenai kewaspadaan dini terhadap penyebaran penyakit meningitis streptococcus suis pada babi di Kabupaten Tabanan. SK tersebut berisikan sejumlah poin diantaranya menginformasikan kepada masyarakat khususnya peternak melapor ke UPT peternakan atau dinas pertanian apabila ditemukan babi yang lumpuh, nafsu makan menurun.
Peternak pun diharapkan tidak menjual babi sakit. Sementara, masyarakat dihimbau memasak daging babi sampai matang. Begitu pula dengan pengepul tidak membeli dan memotong babi yang sakit, memperhatikan kebersihan perseorangan, hingga tempat pengolahan serta bahan baku yang akan diolah. [nod/wrt]
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6011 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2663 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2341 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026