Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Polda Bali Kumpulkan Penjual Bahan Kimia
Kamis, 23 Maret 2017,
06:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Polda Bali mengumpulkan seluruh pemilik toko penjual bahan kimia di wilayah Denpasar, pada Rabu (22/3). Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi merebaknya penjualan bahan kimia untuk dijadikan bom oleh kelompok kaum radikal.
Menurut Wadir Intel Polda Bali AKBP Dekananto Eko Purwono, pihaknya memanggil 16 orang pemilik toko penjual bahan kimia ke Polda Bali, Selasa (20/3) siang. Pemanggilan ini untuk diajak bersinergi sekaligus memberikan informasi pada polisi, apbila ada konsumen yang membeli bahan kimia dalam jumlah tinggi tanpa alasan jelas.
“Jadi, apabila ada pembeli yang mencurigakan segera dilaporkan. Kami berharap para penjual bahan kimia turut serta membantu polisi dalam mengantisipasi terorisme,” ujarnya, Rabu (22/3).
Mantan Kapolres Tabanan ini mengatakan bahan kimia menjadi salah satu bahan dasar alat peledak atu bom yang dipakai teroris. Seperti halnya, kasus Bom Bali 1 dan 2, alat peledak itu dirakit sendiri dan bahan-bahan yang diperoleh di toko penjual bahan kimia.
“Untuk itu harus dilakukan pencegahan, jangan sampai terulang lagi Bom di Bali,” ungkapnya.
AKBP Dekanto berharap, toko penjual bahan kimia yang ada di Denpasar mengawasi pembelian dalam skala besar. Selain itu, mencatat identitas dan melapor bila merasa curiga.
“Setiap penjual wajib memiliki izin sesuai ketentuan berlaku,” tegasnya.
Sementara, dalam pertemuan yang digelar sekitar pukul 10.00 hingga 13.00 tersebut, anggota Gegana Brimobda Bali, menyampaikan pengertian tentang handak, jenis-jenis handak, seperti geranat nanas dan manggis. Termasuk langkah-langkah yang diambil bila melihat barang mencurigakan berupa bom, sebaiknya melapor ke polisi.
“Bila bahan kimia dipadukan dengan bahan lain, maka akan menjadi rangkaian bom dengan daya ledak tinggi. Untuk itu perlu dilakukan pengawasan ketat,” tegasnya.[bbn/spy/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2284 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2223 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026