Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Polda Bali Kumpulkan Penjual Bahan Kimia

Kamis, 23 Maret 2017, 06:20 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Polda Bali mengumpulkan seluruh pemilik toko penjual bahan kimia di wilayah Denpasar, pada Rabu (22/3). Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi merebaknya penjualan bahan kimia untuk dijadikan bom oleh kelompok kaum radikal.
 
Menurut Wadir Intel Polda Bali AKBP Dekananto Eko Purwono, pihaknya memanggil 16 orang pemilik toko penjual bahan kimia ke Polda Bali, Selasa (20/3) siang. Pemanggilan ini untuk diajak bersinergi sekaligus memberikan informasi pada polisi, apbila ada konsumen yang membeli bahan kimia dalam jumlah tinggi tanpa alasan jelas. 
 
“Jadi, apabila ada pembeli yang mencurigakan segera dilaporkan. Kami berharap para penjual bahan kimia turut serta membantu polisi dalam mengantisipasi terorisme,” ujarnya, Rabu (22/3).
 
Mantan Kapolres Tabanan ini mengatakan bahan kimia menjadi salah satu bahan dasar alat peledak atu bom yang dipakai teroris. Seperti halnya, kasus Bom Bali 1 dan 2, alat peledak itu dirakit sendiri dan bahan-bahan yang diperoleh di toko penjual bahan kimia. 
 
“Untuk itu harus dilakukan pencegahan, jangan sampai terulang lagi Bom di Bali,” ungkapnya.
 
AKBP Dekanto berharap, toko penjual bahan kimia yang ada di Denpasar mengawasi pembelian dalam skala besar. Selain itu, mencatat identitas dan melapor bila merasa curiga. 
 
“Setiap penjual wajib memiliki izin sesuai ketentuan berlaku,” tegasnya.
 
Sementara, dalam pertemuan yang digelar sekitar pukul 10.00 hingga 13.00 tersebut, anggota Gegana Brimobda Bali, menyampaikan pengertian tentang handak, jenis-jenis handak, seperti geranat nanas dan manggis. Termasuk langkah-langkah yang diambil bila melihat barang mencurigakan berupa bom, sebaiknya melapor ke polisi.
 
“Bila bahan kimia dipadukan dengan bahan lain, maka akan menjadi rangkaian bom dengan daya ledak tinggi. Untuk itu perlu dilakukan pengawasan ketat,” tegasnya.[bbn/spy/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami