Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Perayaan Galungan : Tradisi Nunas Sari di Pancuran Beji

Rabu, 1 November 2017, 08:00 WITA Follow
Beritabali.com

Tradisi nunas sari di Banjar Bongan Gede, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan. [bbcom]

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Beritabali.com, Tabanan. Perayaan Galungan di beberapa daerah di Bali disambut dengan suka cita. Beragam tradisi digelar untuk merayakannya. Salah satunya Tradisi Nunas Sari. Seperti apa? 
 
Sehari setelah hari Raya Galungan warga Hindu Bali merayakan Hari Raya Manis Kuningan. Seperti biasa masyarakat di Banjar Bongan Gede, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan di hari tersebut melaksanakan tradisi nunas sari. 
 
Tradisi nunas sari (red: nunas tirta) berlangsung pagi hari sebelum ayam jantan berkokok atau matahari terbit. 
 
[pilihan-redaksi]
Tradisi tersebut terlihat pada aktivitas warga sejak pukul 05.00 Wita, warga banjar mulai menuju pancuran di Pura Beji setempat. Dengan berbekal canang sari dan membawa cangkir atau gelas tempat tirta, satu per satu warga menuju Pura Beji.  
 
Meskipun jalan menuju  Pura yang lokasinya cukup curam, dan harus berhati-hati menuruni anak tangga, tidak menyurutkan semangat warga untuk mendapatkan sari (red: tirta). 
 
Setelah menghaturkan banten atau canang, warga kemudian nunas sari (red: tirta) air suci yang ada di Pura Beji. Tirta langsung diambilkan oleh Pemangku Pura Beji. 
 
Namun bagi yang datang lebih awal sekitar pukul 04.30 bisa langsung mengambil sendiri yang sebelumnya diawali dengan ngaturan canang sari. 
 
“Tadi saya jam 4.30 saya sudah bangun, tapi baru bisa nunas sari jam 5.30 ,” jelas Ketut Santi yang ditemui di lokasi.
 
Setelah sari (red: tirta) dimasukan ke dalam cangkir atau tempat tirta, kemudian dibawa pulang. Sampai di rumah, sari atau tirta beji itu dipercikan ke seluruh banten, aturan Galungan yang belum dilungsur atau masih berada di Merajan dan Sanggah masing masing warga. 
 
“Tradisi nunas sari ini sudah ada sejak dulu, dilangsungkan setiap hari raya manis galungan. Intinya memohon keselamatan, kesejahteraaan dengan nunas sari (tirta beji),” jelas pemangku Istri Pura Beji. [nod/wrt] 
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami