Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ini Pantangan Jika Mendaki Gunung Agung

Senin, 8 Mei 2017, 16:00 WITA Follow
Beritabali.com

ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Beritabali.com, Karangasem. Gunung Agung sangat disucikan umat Hindu Bali. Terlihat dari setiap adanya upacara suci,masyarakat pasti akan melaksanakan pendakian guna "ngelungsur" tirta suci.
 
Maka, sebagai kawasan suci, sudah tentu wilayah ini harus dijaga dan segala bentuk aturannya juga wajib ditaati.
 
[pilihan-redaksi]
“Kini kebanyakan masyarakat yang mendaki seakan-akan tidak peduli lagi dengan kesakralan dari Gunung Agung, berbagai pantangan yang mestinya diamalkan malah diacuhkan,” ujar pemangku pengayah di Pura Pasar Agung Jero Mangku Gede Umbare.
 
Mangku Gede juga mengungkapkan bahwa ada berbagai pantangan yang memang benar-benar tidak boleh dilanggar ketika melaksanakan pendakian di Gunung Agung. Seperti, hindari berkata-kata tidak sopan, dan tidak boleh membawa segala jenis bentuk makanan atau apapun yang berisi daging babi, dilarang mengucapkan kata “ratu” kepada siapapun namun diganti menggunakan panggilan “jero”. 
 
Selain itu, di hari-hari tertentu tidak diperbolehkan untuk mendaki dan tidak diperkenankan juga memakai segala jenis perhiasan terutama berbahan dasar emas ketika mendaki. Namun, jika emas untuk upakara “Pekelem” dibolehkan. 
 
Hal senada juga diungkapkan oleh Jero Mangku Reta Astawa yang kala itu baru turun dari puncak Gunung Agung.
 
“Kalau mendaki sebaiknya kita berfikiran positif, karena sangat fatal akibatnya jika salah satu pantangan tersebut dilanggar,” kata Mangku Reta Astawa.
 
Meskipun, saat ini belum ada sangsi secara tertulis, namun pihaknya dan masyarakat sekitar yakin dan sudah membuktikan, bagi pelanggar pantangan akan mendapat sangsi secara “niskala”.
 
Sementara itu, menurut I Wayan Suara Arsana selaku seksi publikasi dan dokumentasi di Pura Pasar Agung mengatakan, untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan, pihaknya akan melaksanakan penertiban kepada setiap orang yang datang melaksanakan pendakian. 
 
“Jika itu rombongan, kordinatornya akan kita mintai data jumlah orang yang ikut, agar tidak nantinya mengaku yang ikut sedikit, sedangkan yang naik banyak,” tegas Suara, Minggu (8/5). [igs/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami