Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Ini Pantangan Jika Mendaki Gunung Agung
Senin, 8 Mei 2017,
16:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Gunung Agung sangat disucikan umat Hindu Bali. Terlihat dari setiap adanya upacara suci,masyarakat pasti akan melaksanakan pendakian guna "ngelungsur" tirta suci.
Maka, sebagai kawasan suci, sudah tentu wilayah ini harus dijaga dan segala bentuk aturannya juga wajib ditaati.
[pilihan-redaksi]
“Kini kebanyakan masyarakat yang mendaki seakan-akan tidak peduli lagi dengan kesakralan dari Gunung Agung, berbagai pantangan yang mestinya diamalkan malah diacuhkan,” ujar pemangku pengayah di Pura Pasar Agung Jero Mangku Gede Umbare.
Mangku Gede juga mengungkapkan bahwa ada berbagai pantangan yang memang benar-benar tidak boleh dilanggar ketika melaksanakan pendakian di Gunung Agung. Seperti, hindari berkata-kata tidak sopan, dan tidak boleh membawa segala jenis bentuk makanan atau apapun yang berisi daging babi, dilarang mengucapkan kata “ratu” kepada siapapun namun diganti menggunakan panggilan “jero”.
Selain itu, di hari-hari tertentu tidak diperbolehkan untuk mendaki dan tidak diperkenankan juga memakai segala jenis perhiasan terutama berbahan dasar emas ketika mendaki. Namun, jika emas untuk upakara “Pekelem” dibolehkan.
Hal senada juga diungkapkan oleh Jero Mangku Reta Astawa yang kala itu baru turun dari puncak Gunung Agung.
“Kalau mendaki sebaiknya kita berfikiran positif, karena sangat fatal akibatnya jika salah satu pantangan tersebut dilanggar,” kata Mangku Reta Astawa.
Meskipun, saat ini belum ada sangsi secara tertulis, namun pihaknya dan masyarakat sekitar yakin dan sudah membuktikan, bagi pelanggar pantangan akan mendapat sangsi secara “niskala”.
Sementara itu, menurut I Wayan Suara Arsana selaku seksi publikasi dan dokumentasi di Pura Pasar Agung mengatakan, untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan, pihaknya akan melaksanakan penertiban kepada setiap orang yang datang melaksanakan pendakian.
“Jika itu rombongan, kordinatornya akan kita mintai data jumlah orang yang ikut, agar tidak nantinya mengaku yang ikut sedikit, sedangkan yang naik banyak,” tegas Suara, Minggu (8/5). [igs/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2948 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2016 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026