Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Sudikerta Apresiasi Aksi Damai Ribuan Mahasiswa
Jumat, 19 Mei 2017,
10:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menerima aksi damai ribuan mahasiswa yang menolak paham radikalisme dan ingin menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), di depan Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (18/5).
Pada kesempatan itu, Dewan Perwakilan Mahasiswa Pande Putu Bagus Mahendrayasa yang mewakili sekitar 1.500 mahasiswa yang berasal dari beberapa Universitas yaitu Universitas Warmadewa, STIKES Bali, Universitas Dyana Pura, IKIP PGRI Bali, Universitas Mahasaraswati, Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional, dan STIE Singaraja menyampaikan empat poin pernyataan sikap mahasiswa.
[pilihan-redaksi]
Poin pertama, Ia menyampaikan bahwa mahasiswa mendukung tetap tegaknya empat konsesus Nasional (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika) sebagai landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia.
Poin kedua, disampaikan bahwa mahasiswa mendukung pemerintah untuk membubarkan gerakan radikalisme dan menindak tegas pelakunya. Poin ketiga, mahasiswa mendukung pemerintah untuk membersihkan aparatur negara dari pengaruh intoleransi dan radikalisme.
Poin keempat, mahasiswa menolak kepemimpinan Khilafah di Indonesia, dan pada poin terakhir disampaikan bahwa mahasiswa menuntut penegakan hukum terhadap anasir-anasir yang merongrong Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika untuk tetap tegaknya NKRI.
Manggapi aksi penyampaian aspirasi mahasiswa tersebut, Sudikerta terjun langsung untuk memberikan pengarahan kepada para mahasiswa. Dalam pengarahanya, Sudikerta memberikan apresiasi atas aksi damai mahasiswa yang tertib.
Ia menekankan agar semua pihak baik para mahasiswa maupun seluruh masyarakat umum agar menjaga keutuhan NKRI dengan cara tidak melakukan gerakan-gerakan yang radikal dan menghormati segala bentuk perbedaan yang ada, mengingat Indonesia dibangun dari keberagaman suku, adat, budaya dan agama.
“Mari kita maknai aspirasi yang disampaikan ini dengan tidak melakukan hal-hal yang radikal dan menghormati segala perbedaan yang ada. Kita harus hidup rukun dan saling berdampingan jangan sampai ada saling ketersinggungan satu sama lain agar segala bentuk pembangunan yang ada di Indonesia khususnya di Bali dapat berjalan dengan lancar," ujarnya. [rls/prov/wrt]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5936 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4650 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2619 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2276 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2219 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026