Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Sudikerta Apresiasi Aksi Damai Ribuan Mahasiswa
Jumat, 19 Mei 2017,
10:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menerima aksi damai ribuan mahasiswa yang menolak paham radikalisme dan ingin menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), di depan Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (18/5).
Pada kesempatan itu, Dewan Perwakilan Mahasiswa Pande Putu Bagus Mahendrayasa yang mewakili sekitar 1.500 mahasiswa yang berasal dari beberapa Universitas yaitu Universitas Warmadewa, STIKES Bali, Universitas Dyana Pura, IKIP PGRI Bali, Universitas Mahasaraswati, Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional, dan STIE Singaraja menyampaikan empat poin pernyataan sikap mahasiswa.
[pilihan-redaksi]
Poin pertama, Ia menyampaikan bahwa mahasiswa mendukung tetap tegaknya empat konsesus Nasional (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika) sebagai landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia.
Poin kedua, disampaikan bahwa mahasiswa mendukung pemerintah untuk membubarkan gerakan radikalisme dan menindak tegas pelakunya. Poin ketiga, mahasiswa mendukung pemerintah untuk membersihkan aparatur negara dari pengaruh intoleransi dan radikalisme.
Poin keempat, mahasiswa menolak kepemimpinan Khilafah di Indonesia, dan pada poin terakhir disampaikan bahwa mahasiswa menuntut penegakan hukum terhadap anasir-anasir yang merongrong Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika untuk tetap tegaknya NKRI.
Manggapi aksi penyampaian aspirasi mahasiswa tersebut, Sudikerta terjun langsung untuk memberikan pengarahan kepada para mahasiswa. Dalam pengarahanya, Sudikerta memberikan apresiasi atas aksi damai mahasiswa yang tertib.
Ia menekankan agar semua pihak baik para mahasiswa maupun seluruh masyarakat umum agar menjaga keutuhan NKRI dengan cara tidak melakukan gerakan-gerakan yang radikal dan menghormati segala bentuk perbedaan yang ada, mengingat Indonesia dibangun dari keberagaman suku, adat, budaya dan agama.
“Mari kita maknai aspirasi yang disampaikan ini dengan tidak melakukan hal-hal yang radikal dan menghormati segala perbedaan yang ada. Kita harus hidup rukun dan saling berdampingan jangan sampai ada saling ketersinggungan satu sama lain agar segala bentuk pembangunan yang ada di Indonesia khususnya di Bali dapat berjalan dengan lancar," ujarnya. [rls/prov/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3814 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1760 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026