Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Lepas Dari Kasus Korupsi, Mantan Rektor IHDN Gelar Mediksa
Jumat, 26 Mei 2017,
09:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Mantan Rektor IHDN Denpasar Prof Dr. Made Titib yang sempat terjerat kasus korupsi akan melaksanakan upacara Mediksa Madeg Bhawati yang prosesinya dimulai sejak Kamis (25/5).
[pilihan-redaksi]
Titib menyatakan dilaksanakannya upacara tersebut sebagai bagian dari janjinya sendiri bahwa pada saat dia terbebas dari kasus yang menjeratnya di MA maka dirinya akan melaksanakan upacara Mediksa. Selain karena merupakan keluarga Pandita sehingga sudah menjadi kewajibannya untuk melanjutkan swadarma para leluhurnya.
"Sebagai warga pasek saya adalah keluarga Pandita sehingga sudah menjadi kewajiban saya untuk melanjutkan swadarma leluhur," ungkap Titib.
Dalam rangkaian upacara “Mediksa”, terdapat beberapa tahapan Seperti, “Seda Raga” atau Mati Raga. Tahapan tersebut harus dilalui sebagai salah satu syarat untuk menyucikan diri guna naik tingkat menjadi “Ide Bawati”.
Nantinya dalam prosesi “Seda Raga”, Titib akan tertidur seperti orang meninggal, bahkan prosesi “seda raga” ini juga dilakukan di “bale dauh” dengan serangkaian “runtutan” seperti upacara orang meninggal atau upacara penguburan, prosesi ini akan dilakukan pada Jumat malam pukul 21.00 WITA di rumahnya Banjar Gede, Desa Muncan, Selat, Karangasem.
Sebelumnya Titib juga mengaku sudah melakukan pewintenan sebagai Jro Mangku sejak tahun 2008 lalu, sementara “Mediksa Madeg Bawati” kali ini merupakan tahap lanjutan untuk naik ke tingkat lebih tinggi secara spiritual sebagai Ide Pandita Empu.
[pilihan-redaksi2]
Ia mengakui, jika cobaan yang diterimanya selama ini termasuk kasus korupsi karena dia menolak untuk ngiring. Padahal sinyal atau desakan untuk itu sudah terjadi cukup lama. Bahkan saat Ide Padande Subali mediksa tahun 1983 sudah ada desakan untuk ngiring namun ditolaknya dan ditunda-tunda terus.
"Bukan hanya cobaan seperti kasus tersebut, saya juga sempat sakit karena menunda untuk ngiring," ditambahkan Titib. [igs/wrt]
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2284 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2223 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026