Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Gubernur Bali Beri Bantuan Balita Gizi Buruk di Karangasem

Selasa, 30 Mei 2017, 12:00 WITA Follow
Beritabali.com

ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Beritabali.com, Karangasem. Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengutus Tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali untuk memberikan bantuan sementara dan meninjau kondisi seorang balita berumur 2,5 tahun bernama I Made Dwi Rismawan usai menerima kiriman dari netizan di sosial medianya. 
 
Dari unggahan tersebut diketahui Rismawan yang tinggal di Banjar Uma Sari Kauh, Ds. Pering Sari, Selat, Karangasem mengidap gizi buruk hingga kelainan 
 
[pilihan-redaksi]
Benar saja, ketika tiba dilokasi, tim menemui keadaan I Made Dwi Rismawan yang sungguh memperihatinkan. Ia yang terus dipangku ibunya Ni Ketut Kasih, hanya terbaring lemah, desah menahan sakit sesekali keluar dari bibirnya, dan dahak menguning pun selalu keluar tatkala I Made Dwi terbatuk.
 
"Putra kedua saya mulai jatuh sakit saat berumur 1 tahun 17 hari, dengan kulit wajahnya mengelupas, dan kemudian kondisinya semakin lemah," ungkapnya, Selasa (29/5). 
 
Saat diperiksakan kala itu, oleh dokter anaknya dinyatakan menderita kondisi gisi buruk, dan karena kendala susah menelan, pada hidung Made Dwi akhirnya dipasang selang untuk membantu memberikan asupan makanan berupa susu. 
 
Sementara itu, ayahnya I Kadek Arsa, merasa heran dengan diagnosa dokter yang menyatakan tidak ada penyakit kronis namun kondisi anaknya tidak kunjung membaik. 
 
"Diagnosa dokter tidak ada kelainan kronis, paru-parunya dibilang tidak apa-apa, tetapi dahaknya terus keluar, sehingga proses asupan makanannya terganggu," ujar Arsa. 
 
Ia yang hanya bekerja sebagai buruh batu tabas, mengaku tidak kuat menanggung biaya pengobatan dan pembelian susu yang harus rutin diberikan setiap jam. 
 
"Kalau anak normal seusianya harusnya sudah bisa dikasi makan bubur atau buah-buahan yeng tentunya biayanya lebih murah, saya hanya bekerja sebagai buruh kalau harus beliin susu, terus terang saya tidak mampu menanggungnya, walaupun begitu saya tetap akan berusaha hingga anak saya sembuh," imbuh Arsa. 
 
[pilihan-redaksi2]
Kepala Desa Pering Sari I Wayan Bawa, yang ikut mendampingi tim dilokasi menyatakan Keluarga Arsa tidak masuk dalam daftar Rumah Tangga Sasaran (RTS), sehingga bantuan tidak bisa diberikan secara maksimal. Namun hal itu tidak membuatnya tinggal diam, Ia mengaku tetap memfasilitasi pengobatan anak Arsa yang kondisi ekonomi keluarganya memang tidak terlalu mampu, berupa surat keterangan yang diajukan ke Dinas Sosial Kabupaten Karangasem.
 
Tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali pun menyerahkan bantuan sementara dari Gubernur Bali berupa bantuan sejumlah uang tunai, dan terkait pengobatan lebih lanjut terhadap I Made Dwi Rismawan akan dikoordinasikan dengan instansi terkait. [rls/prov/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami