Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Jepang Nyalakan Reaktor Nuklir Kelima
Selasa, 6 Juni 2017,
23:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Bertabali.com, Tokyo. Jepang kembali menyalakan satu reaktor nuklir lainnya pada Selasa (6/6/2017), dalam sebuah kemenangan kecil atas dorongan pro-atom pemerintah. Langkah itu tetap diambil meskipun terdapat penentangan dari masyarakat setelah bencana nuklir Fukushima pada 2011.
[pilihan-redaksi]
AFP melaporkan, pengoperasian kembali reaktor No. 3 di pembangkit listrik tenaga nuklir Takahama menambah jumlah reaktor yang beroperasi di Jepang menjadi lima, sementara puluhan lainnya masih dinonaktifkan.
Pembangkit listrik itu, yang dioperasikan Kansai Electric Power (KEPCO), berada di Prefektur Fukui, sekitar 350 kilometer sebelah barat Tokyo.
Reaktor dioperasikan kembali setelah operator menyalakan reaktor Takahama No. 4 bulan lalu, setelah pengadilan mengizinkan pengoperasiaannya, meskipun ada keluhan dari penduduk setempat mengenai masalah keamanan. Pengadilan juga memberi lampu hijau untuk menyalakan reaktor No. 3.
Jepang mematikan semua reaktor atomnya setelah gempa bumi dahsyat pada Maret 2011 memicu tsunami besar yang menyebabkan terjadinya bencana di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima yang menjadi bencana nuklir terburuk sejak Chernobyl pada 1986. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3832 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1778 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026