Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 2 November 2026
AS dan NATO Bakal Retas Pilpres Rusia 2018
Rabu, 7 Juni 2017,
23:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Moskow. Senator Konstantin Kosachev dari Rusia mengungkapkan bahwa AS dan sekutunya NATO tengah bersiap-siap hendak mempengaruhi jalannya pemilihan presiden Rusia tahun depan.
Majalah Newsweek mengabarkan, hal itu diutarakan Senator Konstantin Selasa (6/6/2017). "Tidak diragukan lagi, AS dan NATO tengah mempersiapkan diri untuk mempengaruhi pemilu presiden bulan Maret 2018 nanti," kata Senator Konstantin Ketua komisi urusan luar negeri Parlemen Rusia, kepada kantor berita resmi Rusia, Ria Novosti.
[pilihan-redaksi]
Dalam penjelasannya itu, Konstantin menjelaskan lagi "Upaya campur tangan secara sistematis mulai diaktifkan kembali dalam setiap siklus pemilihan," katanya tanpa merinci lebih jauh. Selanjutnya, Konstantin mengaku pihaknya tidak ragu lagi, "Menjelang pemilihan presiden Rusia itu, kita akan mengalami upaya yang sangat aktif yang dilakukan AS dan NATO, sehingga bakal berdampak bagi kampanye para calon presiden," ujarnya menambahkan.
Para anggota parlemen dan pejabat Rusia mulai melemparkan isu campur tangan asing dalam Pilpres Rusia. Hal itu diutarakan setelah 17 badan intelijen AS menuduh para pembobol internet Rusia meretas kubu Partai Demokrat dalam Pilpres 2016 silam.
Selama kurun wanti 17 tahun lalu, semua anggota parlemen dan warga Rusia mendukung kepemimpinan Presiden Vladimir Putin. Sehingga bekas Direktur Intelijen KGB itu terpilih selama tiga kali masa tugasnya. Tidak satu suara pun memenuhi kriteria pemilihan umum internasional, yang menuntut agar pemilihan umum berlangsung jujur dan adil.
Para anggota majelis rendah Rusia baru-baru ini menuntut agar media asing yang meliput Pemilu Rusia, untuk diinvestigasi karena dituduh mencampuri hasil Pilpres Rusia.
Pekan lalu dalam wawancara dengan NBC News, Presiden Vladimir Putin membantah tuduhan yang mengatakan Rusia mencoba mempengaruhi jalannya Pilpres AS 2016.
"Coba letakkan telunjuk anda ke peta dunia ini. Di mana saja. Anda akan mendengar keluhan dari warga dunia bahwa AS melakukan campur tangan dalam proses pemilihan umum," kata Vladimir Putin kepada Megyn Kelly, pewawancara dari NBC yang pernah membakar telinga Presiden Donald Trump dengan pertanyaannya yang tajam saat menjadi moderator dalam debat pilpres 2016. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
02
03
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 468 Kali
04
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 372 Kali
05
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 304 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026