Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
China Kerahkan Nelayan Kuasai Laut China Selatan
Sabtu, 10 Juni 2017,
08:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Washington DC. Departemen pertahanan AS, Pentagon mengeluarkan laporan baru yang menyebutkan China mengerahkan kapal-kapal nelayan untuk menguasai sejumlah kawasan laut.
Business Insider mengabarkan Kamis (8/6/2017), kapal-kapal nelayan itu dioperasikan oleh Milisi Maritim China, CMM. Milisi bersenjata tersebut, beranggotakan pasukan para militer China untuk melakukan agresi militer di laut. Menurut laporan Pentagon, CMM melakukan aktivitasnya di kawasan laut yang menjadi sengketa.
[pilihan-redaksi]
"Dengan taktik paksaan, CMM menggunakan kapal-kapal nelayan untuk mengklaim wilayah lautnya," bunyi laporan Pentagon itu.
Salah satu contohnya, ketika Badan Arbitrase Internasional menolak klaim China di Laut China Selatan. Menghadapi hal itu, Milisi Maritim China mengerahkan kapal-kapal nelayannya di kawasan sengketa.
"Jangan salah. Kapal-kapal nelayan sipil itu dioperasikan dan dikendalikan oleh rantai komando militer China," kata Dr Andrew Erickson, ahli kapal China di depan Komisi Angkatan Bersenjata Kongres AS.
Pada 2009, CMM melakukan manuver berbahaya dekat Kapal Induk USNS Impeccable dan memaksa agar kapal AS itu melakukan tindakan darurat untuk menghindari tabrakan. Milisi Maritim China juga terlibat sabotase dua kapal hidrografi Vietnam.
Pada 2015 CMM membayang-bayangi USS Lassen saat melakukan operasi navigasi. Bahkan tahun lalu, China mengirim 230 kapal nelayan, dibantu sejumlah Pasukan Penjaga Perbatasan China, CCG di Laut China Selatan, saat terjadi ketegangan antara China dan Jepang soal pemilikan Kepulauan Senkaku-Diaoyu.
Xing Jincheng, pemimpin Departemen Angkatan Bersenjata Hainan, menjelaskan bahwa milisi maritim China itu berperan sebagai tonggak penanda perbatasan wilayah China.
"Milisi maritim itu bertugas melakukan operasi kedaulatan China," kata Xin Jincheng.
"Mereka mempertahankan wilayah China yang telah ada sejak zaman kuno," lanjutnya.
"Bagi kami, laut yang tenang bukan jaminan menjaga ketenangan bagi kami. Karena itu, kami harus memperkuat kesiapan armada perang di laut," katanya. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5961 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2299 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2231 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026