Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Gegara Dipelototi, Pelajar SMP Lakukan Pengeroyokan

Selasa, 13 Juni 2017, 21:13 WITA Follow
Beritabali.com

ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Tindakan main hakim sendiri dilakukan sekelompok pelajar terhadap dua korbannya, berinisial BO (25) dan HR (26). Enam pelajar SMP itu mengeroyok korban karena tidak senang dipelototi saat melintas bergerombol dengan sepeda motor. 
 
Kedua korban pun dikeroyok di Jalan Pulau Buton Denpasar, Selasa (13/6). 
 
[pilihan-redaksi]
Beruntung aparat kepolisian Polsek Denbar cepat mengamankan lokasi pengeroyokan dan mengamankan 6 pelakunya, yakni Ws (16), As (16), Kp (15), Es (16), Sa (16) dan Hw (17).
 
Sumber di lapangan menyebutkan, aksi pengeroyokan itu terjadi Selasa (13/6), sekitar pukul 00.30 dinihari. Saat itu kedua korban BO dan HR sedang membeli rokok di Jalan Pulau Buton Denpasar. Tak lama, melintas sekelompok anak baru gede mengendarai sepeda motor. 
 
Diduga suara motor dikendarai pelaku memekakkan telinga sehingga korban memandangi mereka. 
 
"Para pelajar ini mengira korban memelototi aksi mereka. Mereka berhenti dan mendatangi korban,” beber sumber yang enggan disebut namanya itu. 
 
Sempat terjadi perang mulut antara pelaku dan korban. Namun karena kalah jumlah, kedua korban dikeroyok hingga babak belur. 
 
"Kedua korban dikeroyok hingga babak belur. Pelaku langsung kabur setelah mengetahui korban berdarah-darah dilokasi,” ungkap sumber. 
 
Menerima informasi insiden pengeroyokan, pasukan buser Polsek Denbar bergerak cepat memburu para pelaku. Berbekal ciri-ciri pelaku yan diperoleh dari keterangan saksi, polisi berhasil menangkap keenam ABG tersebut dan langsung dibawa ke Mapolsek Denbar.
 
Terkait kejadian itu dibenarkan Kapolsek Denbar Kompol Gede Sumena. Dia mengatakan enam pelakunya sudah diamankan dan dimintai keterangan. Karena pelaku masih di bawah umur, kami masih berkoordinasi dengan P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuandan Anak-red) Denpasar dan Komnas Anak.
 
“Masih koordinasi dengan P2TP2A," tegasnya. [spy/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami