Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 27 September 2026
Wayan Wong Tejakula Diyakini Tetap Lestari Sepanjang Jaman
Rabu, 14 Juni 2017,
06:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Buleleng. Wayang Wong Tejakula merupakan salah satu warisan budaya dunia tak benda. Kesadaran untuk melestarikan wayang wong Tejakula ini justru lebih banyak datang dari masyarakat.
Hal inilah yang menjadikan keyakinan bahwa seni tradisional yang sangat sakral ini akan tetap lestari. Sebab wayang wong ini diatur dalam petunjuk adat berupa bhisama untuk tetap melestarikan seni tersebut.
Keyakinan itu disampaikan Kadis Kebudayaan Buleleng, Putu Tastra Wijaya, disela-sela dialog Budaya dengan komunitas di Puri Seni Sasana Budaya Singaraja Selasa siang lalu.
"Karena kesenian ini sangat unik dan sakral dan pelestariannya dapat kita jamin karena diikat oleh bhisama. jadi misalnya bapaknya jadi penari maka anaknya kelak harus jadi penari," terangnya.
Upaya untuk tetap melestarikan seni tradisional wayang diakui ketua yayasan Tejakukus Tejakula Gede Komang. Komang yang juga Kadis Sosisal Buleleng menegaskan bahwa penari wayang wong bersifat keturunan selain ada peserta baru.
Hingga kini setiap pemetasan tari wayang wong di desa Tejakula selalu dipadati penonton. Sejumlah fakta telah membuktikan warga yang tidak mau melanjutkan tradisi mengalami sesuatu yang tidak diinginkan.
"Ini ada semacam bhisama secara alam niskala apabila ketutuan yang bersangkutan itu tidak melakoni wayang wong maka ia akan sakit. satu contoh kebetulan di keluarga saya ada yang sakit sudah tiga tahun karena dia tidak pernah ngayah menarikan wayang wong ini. Nah akhirnya setelah ia memohon maaf di Pura Pemaksan akhirnya ia sembuh,"bebernya.
Fakta lainnya, Jero Bendesa Tejakula pernah menganggap remeh salah satu pemeran wayang wong. Akhirnya tiap malam yang bersangkutan dicari oleh wayang wong tersebut. Setelah mohon maaf dan melakoninya akhirnya kini Jero Bendesa ikut sebagai penari wayang wong.
Sementara terkait regenerasi, Gede Komang mengaku telah melihat potensi anak-anak yang mulai tertarik akan seni tradisional wayang wong Tejakula. Anak-anak yang sering ikut pentas secara tidak langsung tertarik dan mulai mempraktekannya di rumah masing-masing.
"Kami memang mengajak anak-anak baik pria maupun wanita yang masih SD dan SMP pada setiap kesempatan pentas. Hingga kini sejumlah anak sudah mulai tertarik dan mulai menggemari seni wayang wong baik pada seni tabuh maupun sebagai penari,"ungkapnya
Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya, BPNB Bali yang mewilayahi Bali, NTT dan NTB Made Dharma Suteja memaparkan alasan dipilihnya wayang wong sebagai bahan dalam dialog budaya tersebut.
"Mengapa kami pilih wayang wong karena satu wayang wong sebagai warisan budaya dunia, memiliki kekhasan dan unik yang harus kita sosialisasikan kepada generasi muda sehingga para siswa sebagai tongkat generasi mampu melestarikan warisan ini,"ungkapnya.[bbn/rls/psk]
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8480 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5829 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3654 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2483 Kali
05
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026