Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Komisi I DPRD Bali Koordinasi Ke Dinas Perijinan Karangasem

Senin, 19 Juni 2017, 14:00 WITA Follow
Beritabali.com

ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Beritabali.com, Karangasem. Komisi I DPRD Provinsi Bali melakukan koordinasi ke Dinas Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Karangasem untuk membahasa Pemantauan Pelaksanaan Pelayanan Perijinan di Kabupaten Karangasem.
 
Rombongan diterima oleh Kadis PM2PTSP Kabupaten Karangasem I Wayan Putu Laba Erawan beserta staf.
 
Kadis PTSP Kabupaten Karangasem menyampaikan pihaknya memiliki 75 jenis pelayanan perijinan yakni ijin penunjang usaha sebanyak 9, lingkup ijin usaha 56, dan tanda daftar usaha 10 jenis. Ijin IPR Pertambangan yang terbit pada tahun 2017 dari 1 Januari hingga saat ini berjumlah 9 ijin. Tahun 2016 ijin IPR Pertambangan ada 32 ijin.
 
"Jadi total ijin secara keseluruhan 2017, dari semua jenis mencapai 324 ijin. Total ijin 2016, 1142 ijin dari semua jenis," katanya, Senin (19/6). 
 
Kata dia, proses kepengurusan dikeluarkan setelah 7 hari ijin itu lengkap dan benar. Namun ini bisa sampai 2 bulan lantaran masih ada proses di OPD lain, padahal proses perijinan sudah berjalan tujuh hari maksimal. 
 
Sementara, terkait ijin pertambangan, kewenangan ada di Provinsi, namun ada beberapa proses perijinan sebelum masuk ke Provinsi masih menjadi tugas kabupaten, diantaranya ijin pemanfaatan ruang dan ijin lingkungan. Namun, Ijin pemanfaatan ruang terbentur Perda 17 tahun 2012 tentang RTRW Kabupaten Karangasem, sehingga ada beberapa wilayah seperti rendang, selat dan beberapa di Bebandem karena berada di atas 500 mdpl sehingga belum mampu diberikan ijin usaha pertambangan.
 
Komisi I mengatakan hingga kini Perda pertambangan masih belum bisa diundangkan lantarah belum verifikasi ke pusat. Selain itu, masalah ketinggian ijin pertambangan,  yang lebih pentingadalah  keselamatan dan keberlangsungan lingkungan hidup di wilayah tersebut. Pada intinya aturan ini untuk melindungi, jika terganggu maka ketinggian harus diatur lagi.[rls/drd/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami