Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




SMP Harapan Kena PHP, Tidak Dapat Siswa

Senin, 10 Juli 2017, 21:05 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Beritabali.com, Tabanan. SMP Harapan Tabanan tahun ini terpaksa tidak kebagian jatah siswa padahal sudah ada Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 17 tahun 2017, mengenai sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). 
 
Pasalnya, dari proses pendaftaran SMP Harapan Tabanan mendapat 10 siswa, ternyata yang mendaftar kembali hanya 5 orang tahun pelajaran ini 2017/2018. 4 orang dinyatakan telah pindah ke sekolah negeri. 
 
[pilihan-redaksi]
Selanjutnya, 5 orang siswa yang mendaftar kembali terpaksa harus diserahkan ke SMP Saraswati dikarenanakan menurut peraturan maksimal dalam mengajarkan siswa di SMP sebanyak 32 orang perkelas. Jadi ini untuk kedua kalinya SMP Harapan tidak kebagian siswa.
 
Ida Batus Nuaba (82) Ketua Yayasan SMP HarapanTabanan menjelaskan harapan untuk mendapatkan siswa di tahun pelajaran 2017/2018 telah pupus. Awalnya ada siswa yang mendaftar sebanyak 10 orang. Tetapi siswa datang 5 orang dikarenakan 4 orang siswa sudah dapat di sekolah negeri. 
 
"Untuk itu 5 orang siswa sudah saya antarkan ke SMP Saraswati," ujarnya, Senin (10/7).
 
Kata dia, 5 orang siswa sengaja diserahkan ke SMP Saraswati karena sudah adanya kordinasi dan saling bantu. Jika diajarkan 5 orang hal tersebut akan menyalahi aturan, sebab maksimal sekolah mengajarkan 32 orang perkelas. 
 
"Mau gimana lagi, awalnya kami senang adanya zonasi ini, tetapi berakhir tidak dapat siswa," tambahnya. 
 
Sehingga dengan melihat situasi seperti ini, SMP Harapan tahun depan tidak akan bisa hidup lagi. Padahal dalam persiapan pembelajaran 2017/2018 tiga kelas SMP Harapan sudah diperbaiki, sudah pasang baliho atau penyebaran brosur dalam penerimaan siswa. 
 
"Kalau seperti ini sulit SMP Harapan hidup. Nanti karena sudah tidak mendapatkan siswa kami laporkan ke Disdik dulu," jelasnya. 
 
Diakuinya selama tahun kemarin tidak mendapatkan siswa, izin operasional SMP Harapan ini masih belum dicabut. Sehingga untuk menerima siswa masih diperbolehkan. 
 
"Hanya saja kami siswa tidak kebagian, guru Negeri maupun swasta ada, serta kelas pun cukup memadai dalam belajar," tegas Nuaba.
 
Penyusutan jumlah siswa yang mendaftar juga terjadi di SMP Saraswati Tabanan. 
 
Seperti yang diungkapkan Kepala SMP Saraswati Tabanan I Made Sugita. Awalnya yang melakukan pendaftaran sebanyak 48 orang ditanggal 6 Juli 2017. Tetapi semakin hari terus berkurang satu persatu, yang akhirnya mendapat siswa sebanyak 30 orang termasuk tambahan 5 siswa dari SMP Harapan. 
 
"Mau gimana lagi, Sekolah Negeri buka kelas lagi. Intinya tetap berjalan saja," jelasnya.
 
[pilihan-redaksi2]
Ia sempat berharap, akan mendapatkan siswa pasca terbitnya Permen nomor 17 tahun 2017 tentang PPDB.  Karena sebelumnya diprediksi ada siswa sebanyak 400 lebih yang tidak diterima di sekolah Negeri khusus Kecamatan Tabanan. Namun nyatanya hal tersebut tidak terwujud. 
 
"Saya tunggu siswa setiap hari, tapi tidak datang, nyatanya jadi seperti ini," tutur Sugita.
 
Atas hal tersebut, siswa sebanyak 30 orang tersebut akan dijadikan 1 kelas, yang rencanya berharap dapat dua kelas atapun lebih. 
 
"Saya berharap siswa yang sudah MPLS disini tidak lagi ada yang pindah," jelasnya. [nod/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami