Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Gebog Pesatakan Beratan Gelar Upacara Guru Piduka di DTW Ulun Danu Beratan
Terkait Penutupan Sepihak
Senin, 7 Agustus 2017,
16:32 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Gebog Pesatakan Beratan menggelar upacara penyapsap, guru piduka, bandu piduka di Daya Tarik Wisata Ulun Danu Beratan, di Desa Candikuning, Kecamatan Baturti, Tabanan, Senin (7/8) sore.
Upacara guru piduka itu bertujuan untuk menyucikan areal DTW Ulun Danu Beratan pasca aksi penutupan DTW oleh oknum yang mengatasnamakan pengempon Pura Ulun Danu Beratan 26 Juli lalu.
[pilihan-redaksi]
Rangkaian upacara dipuput oleh Ida Pedanda dari Geria Cau Belayu, Marga.
Manager operasional DTW Ulundanu Beratan, I Wayan Mustika didampingi Sekretaris operasional, I Wayan Parwata menyampaikan rangkaian upacara ini merupakan hasil rapat Gebog pesatakan Beratan pada tanggal 28 Juli kemarin. Di mana mereka sepakat untuk menggelar upacara pembersihan areal Pura dan kawasannya untuk menghapus leteh Pura.
Upacara diawali dengan Rsi Gana di jeroan Pura lanjut melakukan pecaruan manca sanak di masing-masing pelinggih dan areal nista mandala (parkir, red).
Tujuannya untuk menyucikan kembali kawasan Pura yang terkenal dengan keindahan danaunya.
Dijelaskannya, upacara guru piduka ini dilajukan mengingat saat aksi yang dilakukan tanggal 26 ada kegiatan yang dilakukan diluar konteks persembahyangan di areal Pura seperti dharma wacana yang justru sifatnya provokatif dan adanya aksi pemasangan spanduk di areal kawasan.
"Upacara ini salah satu poin hasil rapat pengempon pura pasca aksi, dan atas dasar restu bhagawanta puri dan angga puri yakni puri marga sebagai penganceng, kami sepakat untuk menyucikan kembali pura dan arealnya," ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu obyek wisata di kecamatan Baturiti Tabanan ini sempat terjadi ketegangan akhir bulan Juli kemarin. Pasalnya ada sejumlah warga berbaju adat mengatasnamakan pesatakan Ulun D Beratan melakukan aksi pemasangan spanduk penutupan Pura Ulun Danu Beratan.
Namun setelah ditelisik, permasalahan ini muncul karena adanya masalah intern antara Gebok Pesatak yang terdiri dari 15 desa adat dan tiga kelian dengan pesatak lama.
[pilihan-redaksi2]
Aksi pemasangan spanduk sendiri hanya dihadiri pesatak lama dan bukan dari Gebok Pesatak. Manajer operasional DTW Ulundanu Beratan, Mustika menjelaskan adanya Gebok Pesatak artinya tidak lagi memakai pengurus atau pesatak tetapi langsung ditangani oleh 15 desa adat yang mengempon Pura Ulun Danu Beratan dan tiga kelian desa. Hal ini berdasarkan keputusan rapat yang digelar beberapa waktu lalu.
"Karenanya pesatak lama diberhentikan. Inilah yang diduga memicu permasalahan," jelasnya.
Selain itu bedasarkan informasi, aksi tersebut juga dipicu karena adanya dugaan penyelewengan dana pembagian pah-pahan penghasilan DTW Ulun Danu kepada pengurus pengempon Pura sekitar Rp37, 5 miliar.
Kasusnya tengah ditangani pihak kepolisian Tabanan. [bbn/nod]
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6023 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4697 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2354 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026