Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pura Ulun Danu Kelurahan Dauhwaru Terbakar

Rabu, 16 Agustus 2017, 09:21 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Beritabali.com, Jembrana. Warga Lingkungan Sawe Munduk Waru, Kelurahan Dauhwaru, Jembrana yang tengah bersiap untuk menyaksikan malam puncak HUT  Kota Negara ke-122 Selasa (15/8) sore dihebohkan dengan kejadian terbakarnya Pura Ulun Danu Giri Jati Amerta. Dua pelinggih di pura yang terletak di atas puncak ketiggian tersebut dilalap si jago merah. 
 
Kejadian tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 16.20 Wita oleh salah seorang warga setempat I Komang Wiarmawan (36) saat ia sedang berjalan kaki 200 meter di utara pura. Ia lantas berteriak memanggil warga sekitar dan mendatangi lokasi.
 
[pilihan-redaksi]
“Saat saya lihat pertama kali, asap mengepul dan api sudah melanyala diatap meru yang terbuat dari ijuk,” ungkapnya.  
 
Menurutnya pelinggih yang pertama kali dilihat terbakar adalah atap pelinggih Hyang Dewi Ulun Danu yang paling selatan dan tidak lama kemudian merembet ke atap bangunan meru pelinggih Hyang Siwa Mahadewa.  
 
Ia lantas bersama warga sekitar lainnya yang sudah memadati lokasi berusaha memadamkan api dengan selang air ledeng yang mengalir didepan pura hingga berselang beberapa menit tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.
 
Ketua Pengempon Pura, Dewa Putu Sudiksa (61) yang juga pemilik lahan lokasi pura tersebut mengatakan saat kejadian ada yang membakar sampah di dasar tebing setinggi 30 meter di sisi timur pura. 
 
“Saat kejadian saya ada dikebun sekitar satu kilometer ditimur pura dan setelah dapat kabar menuju pura ia sudah melihat kepulan asap dari ketinggian lokasi pura,” jelasnya.  
 
Pura swaginan tersebut menurutnya diempon lebih dari 500 krama dari dua lingkungan. 
 
“Setelah musibah ini kami selanjutnya akan merapatkannya dengan krama pengempon dari Lingkungan Sawe Rangsasa dan Sawe Mundukwaru karean selain bangunan yang rusak juga upakaranya lumayan besar,” jelasnya. 
 
Kerugian material baik dari bangunan dan upakara mencapai sekitar Rp150 juta.
 
Sementara mangku pura, Gede Komang Suantra (66) mengatakan bahwa kejadian tersebut murni musibah karena alam. Ia pun sempat mendapat firasat sebelum pura tersebut kebakaran. 
 
[pilihan-redaksi2]
“Padahal hari ini (kemarin) saya mau kerumah besan di Banjar Palungan Batu, Desa Batuagung tepi entah kenapa jadi terasa malas dan mengurungkan niat, tiba-tiba tadi ada warga datang kerumah ambil kunci utama mandala bilang pura kebakaran,” jelas pemangku yang juga tinggal tidak jauh dari pura tersebut. 
Pura yang disebutnya sebagai ulun desa tersebut telah diplaspas pada tahun 2016 lalu setelah direnovasi pada tahun 2004. 
 
“Nanti kami langsung mapinunas bawos ke anak lingsir di Griya Kusara, Banjar Taman Batuagung untuk meminta pertimbangan apa yang harus kami lakukan setelah musibah ini, tapi yang jelas harus dibersihkan dulu dan diupacarai,” jelasnya.
 
Untuk memadamkan api, 4 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan. [jim/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami