Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Kram, Bule Jerman Pendaki Gunung Agung Minta Dievakuasi Heli
Senin, 21 Agustus 2017,
15:12 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Alami kram kaki pada ketinggian 2700 meter diatas permukaan laut ketika mendaki Gunung Agung, turis asal Jerman minta dievakuasi menggunakan helikopter, Senin (21/8) sekitar pukul 05.00 wita.
"Saat itu perjalanan sudah hampir di puncak, karena cuaca sangat dingin bule tersebut mengalami kram. Kemudian saya langsung berikan pertolongan menggunakan seprai obat kram dan beberapa obat lainnya bahkan kakinya juga sempat saya pijat karena sangat dingin makanya tidak bisa segera sembuh," kata seorang pemandu pendakian I Made Laba (42) asal Sebudi, Selat, Karangasem.
[pilihan-redaksi]
Dari penuturan Ketua Pokdarwis setempat I Wayan Widi Yasa, Bule atas nama Suhins Gugi (19) warga Negara Jerman naik sekitar pukul 02.00 wita bersama tujuh orang temannya yaitu Ricardo casagno warga Negara Itali, Elisa Beuandi asal Itali, Davied Lollstab asal Jermanil, Fenny Reulf asal Jerrman, Alirol David asal Prancis, Leray Patrecia asal Prancis, dan Tom graiyes asal Canada.
Saat berada di ketinggian 2700 meter, salah satunya mengalami kram kaki kemudian sekitar 40 orang naik untuk melakukan evakuasi terhadap bule tersebut namun bule tersebut malah meminta agar dijemput menggunakan helikopter.
Melihat kondisi cuaca yang berkabut dan angin kencang, sekalipun tim penyelamat memiliki fasilitas helikopter maka tetap saja tidak akan bisa melakukan penyelamatan karena kondisi cuaca tidak memungkinkan.
Sekitar pukul 12.00 wita Bule tersebut sudah berhasil dievakuasi dibawa ke bawah, bahkan bule tersebut sudah bisa berjalan seperti biasa hanya saja masih terlihat kedua kakinya sedikit gemetar.
Sesampainya di bawah, bule yang sempat berkata-kata tidak pantas tersebut meminta maaf kepada seluruh tim penyelamat, dirinya sangat menyesal dan mengakui kesalahannya. Selain itu bule tersebut sangat berterima kasih kepada tiga orang yang sudah menyelamatkannya ketika berada diatas yakni Made Laba (45), Nyoman Kariasa (45), dan Wayan Darta (31).
"Ini sodara saya menyelamatkan saya," kata Bule tersebut sambil memeluk Made Laba.
Disamping itu Ketua Pokdarwis juga sangat berharap agar pemerintah memberikan dukungan berupa pelatihan kepada para pemandu, karena selama ini masih terkendala bahasa.
"Selain itu, kedepan agar seluruh pemandu di Gunung Agung ini diberikan pelatihan untuk ke depannya bisa ikut sertifikasi kompetensi sebagai acuan standar pemandu," katanya. [igs/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2948 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2016 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026