Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kram, Bule Jerman Pendaki Gunung Agung Minta Dievakuasi Heli

Senin, 21 Agustus 2017, 15:12 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Beritabali.com, Karangasem. Alami kram kaki pada ketinggian 2700 meter diatas permukaan laut ketika mendaki Gunung Agung, turis asal Jerman minta dievakuasi menggunakan helikopter, Senin (21/8) sekitar pukul 05.00 wita.
 
"Saat itu perjalanan sudah hampir di puncak, karena cuaca sangat dingin bule tersebut mengalami kram. Kemudian saya langsung berikan pertolongan menggunakan seprai obat kram dan beberapa obat lainnya bahkan kakinya juga sempat saya pijat karena sangat dingin makanya tidak bisa segera sembuh," kata seorang pemandu pendakian I Made Laba (42) asal Sebudi, Selat, Karangasem.
 
[pilihan-redaksi]
Dari penuturan Ketua Pokdarwis setempat I Wayan Widi Yasa, Bule atas nama Suhins Gugi (19) warga Negara Jerman naik sekitar pukul 02.00 wita bersama tujuh orang temannya yaitu Ricardo casagno warga Negara Itali, Elisa Beuandi asal Itali, Davied Lollstab asal Jermanil, Fenny Reulf asal Jerrman, Alirol David asal Prancis, Leray Patrecia asal Prancis, dan Tom graiyes asal Canada. 
 
Saat berada di ketinggian 2700 meter, salah satunya mengalami kram kaki kemudian sekitar 40 orang naik untuk melakukan evakuasi terhadap bule tersebut namun bule tersebut malah meminta agar dijemput menggunakan helikopter.
 
Melihat kondisi cuaca yang berkabut dan angin kencang, sekalipun tim penyelamat memiliki fasilitas helikopter maka tetap saja tidak akan bisa melakukan penyelamatan karena kondisi cuaca tidak memungkinkan.
 
Sekitar pukul 12.00 wita Bule tersebut sudah berhasil dievakuasi dibawa ke bawah, bahkan bule tersebut sudah bisa berjalan seperti biasa hanya saja masih terlihat kedua kakinya sedikit gemetar.
 
Sesampainya di bawah, bule yang sempat berkata-kata tidak pantas tersebut meminta maaf kepada seluruh tim penyelamat, dirinya sangat menyesal dan mengakui kesalahannya. Selain itu bule tersebut sangat berterima kasih kepada tiga orang yang sudah menyelamatkannya ketika berada diatas yakni Made Laba (45), Nyoman Kariasa (45), dan Wayan Darta (31). 
 
"Ini sodara saya menyelamatkan saya," kata Bule tersebut sambil memeluk Made Laba.
 
Disamping itu Ketua Pokdarwis juga sangat berharap agar pemerintah memberikan dukungan berupa pelatihan kepada para pemandu, karena selama ini masih terkendala bahasa. 
 
"Selain itu, kedepan agar seluruh pemandu di Gunung Agung ini diberikan pelatihan untuk ke depannya bisa ikut sertifikasi kompetensi sebagai acuan standar pemandu," katanya. [igs/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami