Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Perbekel Diminta Jauhkan Warga Dari Narkoba

Selasa, 22 Agustus 2017, 08:00 WITA Follow
Beritabali.com

BNNP Bali berpose bersama dengan Perbekel dan Kepala Puskesmas, usai mengikuti kegiatan sosialisasi P4GN. [beritabali.com]

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Badung. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali mengumpulkan 25 orang dari perwakilan Perbekel dan Kepala Puskesmas se-Badung, Senin (21/8), dalam giat program pencegahan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkotika (P4GN). 
 
"Peran kepala desa atau perbekel sangat penting karena menyentuh masyarakat langsung di mana Prevalensi Bali di Indonesia menempati urutan 11 dalam tingkat kerawanan penyalahgunaan narkotika,” ungkap Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Putu Gede Suastawa, saat menjadi narasumber kegiatan Sosialisasi Program Rehabilitasi dan Pasca rehabilitasi Dalam Rangka Optimalisasi Layanan Rehabilitasi di Badung, Senin (21/8).
 
[pilihan-redaksi]
Brigjen Suastawa berharap adanya peran dan dukungan semua institusi pemerintah di semua tingkatan, khususnya perbekel yang dapat langsung mengawasi masyarakat untuk mewujudkan pemberantasan narkoba di Indonesia. Salah satunya melalui program P4GN agar berjalan dengan maksimal.
 
Diungkapkannya, tugas perbekel memiliki 2 peran besar yaitu Prosperity (Kesejahteraan) dan Security (Keamanan). Dimana fungsi keamanan itu meliputi mengamankan lingkungan desa dari bahaya penyalahgunaan narkotika. Perbekel dapat menggerakkan masyarakat sebagai aktor utama sehingga masyarakat memahami masalah narkoba di lingkungan, melibatkan semua tokoh serta dapat melibatkan pemerintah dan swasta. 
 
Selain itu, Kepala Desa haruslah peka mencegah berkembangnya peredaran narkoba di lingkungannya, seperti mengawasi pembangunan cafe atau tempat hiburan malam, menjadi orang yang dilaporkan apabila terjadi hal yang terkait peredaran narkotika serta selalu berkoordinasi dengan BNNP dan BNNK dalam kegiatan P4GN. 
 
Sedangkan peran Rumah Sakit maupun Puskesmas menyiapkan Sumber Daya Manusia dan sarana prasaran untuk kegiatan P4GN yang memiliki pemahaman bahwa pecandu adalah orang sakit dan harus diobati serta memberikan sosialisasi bahwa pecandu adalah orang sakit dan harus diobati. 
 
“Peran serta masyarakat perlu disadarkan bahwa masalah narkoba adalah masalah bersama. Masyarakat lebih mengenal lingkungannya serta masyarakat harus terlibat dan aktif dalam mencegah narkoba serta ikut kembangkan program-program pencegahan dan rehabilitasi," tegasnya. [spy/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami