Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Kasus Penebasan Pria Keturunan Tiongkok Banyak Kejanggalan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Kasus penebasan terhadap Heru Tom Adikoesoemo (46), pria keturunan Tiongkok di rumah kontrakannya di Jalan Pura Demak VIII nomor 2, Denpasar, Selasa (22/8) dinihari, banyak menuai kejanggalan. Selain tidak ditemukan kerusakan pintu dan jendela rumah korban, petugas juga tidak menemukan motif perampokan terkait hilangnya barang milik korban.
Guna mendalami kasus tersebut, jajaran Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat melakukan pra rekontruksi di TKP, pada Selasa (22/8) malam. Ada tiga saksi yang diperiksa dan dihadirkan dalam pra rekontruksi, yakni saksi Rita pacar korban, saksi Tri yang membantu korban membawa ke rumah sakit dan salah seorang teman Tri.
[pilihan-redaksi]
Menurut sumber petugas Polsek Denbar, Rita adalah saksi kunci dalam peristiwa tersebut karena pasca kejadian dia bersama korban di dalam rumah. Perempuan yang sudah 3 tahun menjanda itu datang ke rumah korban sekitar pukul 01.00 dinihari dengan menumpang taksi grab. Namun, saat pra rekontruksi, keterangan Rita yang tinggal di Jalan Pulau Serangan Gang VII Blok A nomor 3, Denpasar itu banyak keanehan.
“Saksi Rita merupakan pacar korban yang baru dikenal sebulan lewat media sosial. Tapi keterangannya dalam pra rekontruksi banyak kejanggalan dan keanehan,” bisik sumber dilapangan, Selasa (22/8).
Dari hasil penyelidikan sementara, aparat kepolisian menduga kasus penganiayaan terhadap korban bukan bermotif perampokan tapi masalah asmara. Pasalnya, di rumah korban tidak ada barang yang hilang.
Tak hanya itu, petugas juga tidak menemukan adanya kerusakan baik di pintu dan di kamar jendela rumah korban.
“Kalau motif perampokan tidak mungkin, kami tidak temukan barang korban yang hilang. Kami duga masalah asmara,” ujar sumber.
Selain itu diduga kuat, sebelum kejadian penganiayaan terjadi, pelaku sudah berada atau bersembunyi di dalam rumah korban. Setelah korban dan saksi Rita tertidur, pelaku keluar dari persembunyiannya dan membacok korban saat lampu kamar dimatikan.
Sumber kembali menambahkan, ada keterangan yang menarik dari saksi Rita. Dimana, sebelum tidur dan mematikan lampu kamar, korban sempat akan menutup pintu kamar tersebut, namun Rita mencegahnya.
“Pintu jangan ditutup semua mas, nanti angin tidak bisa masuk, buka saja sedikit,” tutur Rita seperti ditirukan sumber.
Keterangan inilah yang mencurigakan aparat kepolisian, kenapa Rita membiarkan pintu kamar terbuka, ataukah ada maksud-maksud lain.
“Ini yang akan kami cari tau, apakah dia sudah memasukkan orang lain (pelaku) ke dalam rumah, ataukah ada motif lain,” kata sumber.
Setelah kejadian, kata sumber, aparat kepolisian Polsek Denbar memeriksa kamar korban dan menemukan cincin kuning gagang golok dibelakang kasur, sedangkan golok tajam yang melukai tubuh korban ditemukan dibawah kasur.
Kanitreskrim Polsek Denbar Iptu Aan Saputra yang dikonfirmasi terkait pra rekontruksi tersebut membenarkannnya. Menurutnya, kasus penganiayaan ini masih dalam penyelidikan.
“Masih kami selidiki, sabar ya mudah-mudahan terungkap,” ujarnya kemarin (23/8).
Diberitakan, peristiwa penebasan menimpa seorang pria keturunan Tiongkok asal Surabaya, Jawa Timur, bernama Heru Tom Adikoesoemo (46) di rumah kontrakanya di Jalan Pura Demak VIII nomor 2, Denpasar, Selasa (22/8) sekitar pukul 04.00 dinihari.
Korban ditebas pelaku misterius yang masuk ke kamarnya saat tidur bersama pacarnya, Rita yang baru dikenalnya sebulan lewat media social. Korban Heru selamat dalam peristiwa tersebut, namun tak urung sekujur tubuhnya mengalami luka tusukan. [spy/wrt]
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5940 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4654 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2622 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2279 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan