Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kasus Penebasan Pria Keturunan Tiongkok Banyak Kejanggalan

Kamis, 24 Agustus 2017, 07:03 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Kasus penebasan terhadap Heru Tom Adikoesoemo (46), pria keturunan Tiongkok di rumah kontrakannya di Jalan Pura Demak VIII nomor 2, Denpasar, Selasa (22/8) dinihari, banyak menuai kejanggalan. Selain tidak ditemukan kerusakan pintu dan jendela rumah korban, petugas juga tidak menemukan motif perampokan terkait hilangnya barang milik korban.

Guna mendalami kasus tersebut, jajaran Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat melakukan pra rekontruksi di TKP, pada Selasa (22/8) malam. Ada tiga saksi yang diperiksa dan dihadirkan dalam pra rekontruksi, yakni saksi Rita pacar korban, saksi Tri yang membantu korban membawa ke rumah sakit dan salah seorang teman Tri.

[pilihan-redaksi]

Menurut sumber petugas Polsek Denbar, Rita adalah saksi kunci dalam peristiwa tersebut karena pasca kejadian dia bersama korban di dalam rumah. Perempuan yang sudah 3 tahun menjanda itu datang ke rumah korban sekitar pukul 01.00 dinihari dengan menumpang taksi grab. Namun, saat pra rekontruksi, keterangan Rita yang tinggal di Jalan Pulau Serangan Gang VII Blok A nomor 3, Denpasar itu banyak keanehan.

“Saksi Rita merupakan pacar korban yang baru dikenal sebulan lewat media sosial. Tapi keterangannya dalam pra rekontruksi banyak kejanggalan dan keanehan,” bisik sumber dilapangan, Selasa (22/8).

Dari hasil penyelidikan sementara, aparat kepolisian menduga kasus penganiayaan terhadap korban bukan bermotif perampokan tapi masalah asmara. Pasalnya, di rumah korban tidak ada barang yang hilang.

Tak hanya itu, petugas juga tidak menemukan adanya kerusakan baik di pintu dan di kamar jendela rumah korban.

“Kalau motif perampokan tidak mungkin, kami tidak temukan barang korban yang hilang. Kami duga masalah asmara,” ujar sumber. 

Selain itu diduga kuat, sebelum kejadian penganiayaan terjadi, pelaku sudah berada atau bersembunyi di dalam rumah korban. Setelah korban dan saksi Rita tertidur, pelaku keluar dari persembunyiannya dan membacok korban saat lampu kamar dimatikan.

Sumber kembali menambahkan, ada keterangan yang menarik dari saksi Rita. Dimana, sebelum tidur dan mematikan lampu kamar, korban sempat akan menutup pintu kamar tersebut, namun Rita mencegahnya.

“Pintu jangan ditutup semua mas, nanti angin tidak bisa masuk, buka saja sedikit,” tutur Rita seperti ditirukan sumber. 

Keterangan inilah yang mencurigakan aparat kepolisian, kenapa Rita membiarkan pintu kamar terbuka, ataukah ada maksud-maksud lain.

“Ini yang akan kami cari tau, apakah dia sudah memasukkan orang lain (pelaku) ke dalam rumah, ataukah ada motif lain,” kata sumber.

Setelah kejadian, kata sumber, aparat kepolisian Polsek Denbar memeriksa kamar korban dan menemukan cincin kuning gagang golok dibelakang kasur, sedangkan golok tajam yang melukai tubuh korban ditemukan dibawah kasur.

Kanitreskrim Polsek Denbar Iptu Aan Saputra yang dikonfirmasi terkait pra rekontruksi tersebut membenarkannnya. Menurutnya, kasus penganiayaan ini masih dalam penyelidikan.

“Masih kami selidiki, sabar ya mudah-mudahan terungkap,” ujarnya kemarin (23/8).

Diberitakan, peristiwa penebasan menimpa seorang pria keturunan Tiongkok asal Surabaya, Jawa Timur, bernama Heru Tom Adikoesoemo (46) di rumah kontrakanya di Jalan Pura Demak VIII nomor 2, Denpasar, Selasa (22/8) sekitar pukul 04.00 dinihari.

Korban ditebas pelaku misterius yang masuk ke kamarnya saat tidur bersama pacarnya, Rita yang baru dikenalnya sebulan lewat media social. Korban Heru selamat dalam peristiwa tersebut, namun tak urung sekujur tubuhnya mengalami luka tusukan. [spy/wrt]

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami