Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




10 Napi Asing dan Napi Asal Bali "DiNusakambangkan"

Jumat, 25 Agustus 2017, 18:35 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Beritabali.com, Badung. Rencana pemindahan napi binaan lapas Kerobokan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah akhirnya dilakukan, Jumat  (25/8) sekitar pukul 03.30 dinihari. Sebanyak 36 pasukan Brimob Polda Bali dengan senjata lengkap mengawal pemindahan napi tersebut melalui jalur darat.
 
“Sudah saya katakan dari 12 napi yang dipindah ada 10, ternyata yang dua karena waktunya tidak singkat bisa dipindah ke sini (lapas Kerobokan)," tegas Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose, (25/8). 
 
Dalam proses penjemputan para napi di Lapas Kerobokan, Polda Bali mengerahkan ratusan personel Polda Bali dari Satuan Brimob Polda Bali, Direktorat Sabhara, Direktorat Kriminal Khusus, Polres Badung dan Polres Bangli. Selanjutnya, 10 napi digiring ke dalam bus khusus untuk dikirim ke Lapas Nusakambangan Jawa Tengah. 
 
Dari sepuluh napi tersebut ada yang bernama Sayed Muhammad Said asal India dan Dimitar Nikolov Iliev asal Bulgaria. Kedua napi ini sempat kabur dari Lapas Kerobokan dengan cara membuat lobang terowongan. Tak lama keduanya ditangkap di perbatasan Timor Leste.
 
Napi asing lainnya yang ikut dikirim ke Nusakambangan, yakni Bahman Mirzaei, Chang Cheng Weng Bin Chang Ling Hong, serta Jose Wiliam Salazar Ortiz.
 
Nama terakhir yang disebut ini yakni Jose Wiliam Salazar Ortiz, yang merupakan napi kasus pembobolan ATM lintas Jawa-Bali yang sempat kabur saat menjadi terdakwa sebelum persidangan dimulai. Pria asal Peru itu  berhasil ditangkap di Pekanbaru, Riau.
 
“Ada napi asing, jumlahnya lima orang,” cetusnya.
 
Selain napi asing, ada pula warga Bali yang terlibat berbagai kasus dikirim ke penjara terbesar di Indonesia itu. Yakni I Wayan Robin, I Ketut Suarmayasa, I Nyoman Wiryawan, I Komang Tresna Wijaya serta I Wayan Luwes.
 
Kapolda Bali menyebutkan pemindahan 10 napi merupakan permintaan Kemenkumham Bali kepada Polda Bali, sebagai timbal balik kaburnya empat orang napi dari Lapas Kerobokan beberapa waktu lalu.
 
“Ini permintaan kemenkumham kepada kami, timbal baliknya dari apa yang kita lihat bahwa ada larinya 4 napi itu karena masalah management di dalam, juga ada preasure dari masing-masing atau dari terdakwa,” ungkap Kapolda.
 
Jenderal bintang dua di pundak asal Sulawesi Utara ini menegaskan dengan dikirim 10 napi tersebut bisa memecah peredaran narkoba ataupun kejahatan lain dari dalam Lapas Kerobokan.
 
“Pemindahan ini dalam rangka pembinaan, tidak ada lagi yang dikatakan akan bisa dikontrol dari lapas baik peredaran narkoba maupun kejahatan street crime dan premanisme jadi ini saya jaga,” bebernya. [bbn/spy/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami