Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dewan Bali Desak Pemerintah Tangani Sampah

Senin, 21 Agustus 2017, 12:00 WITA Follow
Beritabali.com

ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Anggota DPRD Bali Nyoman Tirtawan mendesak pemerintah daerah segera menyelesaikan permasalahan sampah yang selama ini menjadi keluhan masyarakat dan wisatawan di tempat pembuangan akhir (TPA) di Suwung, Kota Denpasar.
 
"Saya harapkan pemerintah daerah yang tergabung dalam Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan) untuk menyelesaiakn persoalan sampah tersebut," kata Tirtawan saat dikonfirmasi, di Denpasar, Senin.
 
[pilihan-redaksi]
Ia mengatakan masalah sampah di TPA di Suwung itu sudah menjadi permasalah sejak dahulu. Sebelum konferensi PBB Perubahan Iklim tahun 2007 sudah menjadi masalah warga masyarakat dan mendapat sorotan mata dunia.
 
"Waktu konferensi sudah menyinggung permasalahan itu dihadapan peserta dunia. Bahkan ada beberapa negara tertarik untuk membantu sebagai proyek percontohan. Namun entah apa kandas di tengah jalan," ujar politikus Partai Nasdem itu.
 
Menurut Tirtawan, permasalahan sangat rumit untuk mencari jalan keluar pemecahannya. Bahkan beberapa pemerhati lingkungan mencoba untuk masuk, dan membantu memberi solusi, namun hasilnya tetap gagal.
 
Menurut Tirtawan, jika pemerintah serius menangani sampah, semestinya pemerintah bisa mengundang ahli dan pengusaha yang mau bekerja sama mengatasi masalah sampah yang sudah mengunung tersebut.
 
"Jika ini tidak dilakukan penanganan permasalahannya dengan baik, maka kesenjangan perekonomian akan sangat berbeda. Bagi warga yang mengais rezeki di TPA, maka kehidupannya dari tahun ke tahun sebagai pemulung sampah itu," ujarnya.
 
Tirtawan mengharapkan segera bisa mengatasi permasalahan tersebut, sehingga ada investor untuk menanamkan investasi di Bali, khususnya penanganan sampah itu.
 
"Memang kalau melihat dari kerja, bahwa penanganan sampah dianggap pekerjaan kotor. Tapi kalau mereka mau bekerja diwajibkan untuk menanamkan investasinya. Maka itu sangat baik," sebutnya. [bbn/drd/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami