Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 26 Oktober 2026
Jukung Mengapung Tanpa Awak di Selat Bali
Senin, 11 September 2017,
21:04 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Pagi ini nelayan ujung pesisir dikejutkan dengan penemuan jukung tanpa awak yang mengambang ditengah perairan selat Bali. Saat dievakuasi, kebetulan salah seorang pengguna jalan Komang Gunarsa asal Seraya Timur mengenali jukung tersebut yakni milik seorang nelayan asal Desa Seraya Timur bernama Made Witia (44).
"Saat itu ada warga sini yang kebetulan lewat di Ujung dan mengenali jukung tersebut, kemudian saya diberitahu dan langsung melihat, ternyata benar itu jukung milik adik saya yang kemaren sore pergi melaut," ujar Wayan Putu Rerod (49) selaku kakak Korban.
[pilihan-redaksi]
Dituturkan Rerod, adiknya tersebut pergi melaut pada Minggu sekitar pukul 17.00 wita berangkat dari pesisir pantai Songan, Banjar Tukad Hitam, Desa Seraya Timur, Karangasem. Biasanya Witia kembali keesokan harinya sekitar pukul 09.00 wita.
Dirinya mengaku sama sekali tidak mendapat firasat apapun bahwa adiknya tersebut akan mengalami musibah sampai kabar ditemukannya jukung miliknya oleh nelayan pesisir ujung di tengah perairan selat Bali-Lombok.
Made Witia dikenal sebagai nelayan tangguh dan paling berpengalaman di Seraya Timur. Segala sesuatu seluk beluk tentang kondisi perairan di wilayah tersebut sudah dikuasai bahkan Witia dikatakan sering bermalam di tengah lautan.
Selain itu, dirinya juga diketahui cukup sering nyebrang ke Lombok hanya menggunakan jukung untuk menjual hasil tangkapannya sebelum kembali menepi di pantai Songan.
Sementara sebelum kejadian, Witia diketahui sempat menghubungi anaknya via telepon sekitar pukul 21.00 wita yang kebetulan saat itu cucunya sedang berulang tahun. Namun sayang telepon terakhir dari Witia untuk anaknya tersebut tidak diketahui sehingga hanya menyisakan panggilan tak terjawab saja.
Diakui Rerod bahwa semalam kondisi cuaca sangat buruk, bahkan dirinya yang rencananya semula akan melaut pada pukul 04.00 dini hari membatalkan niatnya setelah melihat kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
Saat ini, keberadaan Witia masih belum diketahui, para nelayan setempat bersama tim SAR masih melakukan upaya pencarian terhadap Witia di sekitaran perairan tersebut. [igs/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5877 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2583 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2228 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026