Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Jukung Mengapung Tanpa Awak di Selat Bali
Senin, 11 September 2017,
21:04 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Pagi ini nelayan ujung pesisir dikejutkan dengan penemuan jukung tanpa awak yang mengambang ditengah perairan selat Bali. Saat dievakuasi, kebetulan salah seorang pengguna jalan Komang Gunarsa asal Seraya Timur mengenali jukung tersebut yakni milik seorang nelayan asal Desa Seraya Timur bernama Made Witia (44).
"Saat itu ada warga sini yang kebetulan lewat di Ujung dan mengenali jukung tersebut, kemudian saya diberitahu dan langsung melihat, ternyata benar itu jukung milik adik saya yang kemaren sore pergi melaut," ujar Wayan Putu Rerod (49) selaku kakak Korban.
[pilihan-redaksi]
Dituturkan Rerod, adiknya tersebut pergi melaut pada Minggu sekitar pukul 17.00 wita berangkat dari pesisir pantai Songan, Banjar Tukad Hitam, Desa Seraya Timur, Karangasem. Biasanya Witia kembali keesokan harinya sekitar pukul 09.00 wita.
Dirinya mengaku sama sekali tidak mendapat firasat apapun bahwa adiknya tersebut akan mengalami musibah sampai kabar ditemukannya jukung miliknya oleh nelayan pesisir ujung di tengah perairan selat Bali-Lombok.
Made Witia dikenal sebagai nelayan tangguh dan paling berpengalaman di Seraya Timur. Segala sesuatu seluk beluk tentang kondisi perairan di wilayah tersebut sudah dikuasai bahkan Witia dikatakan sering bermalam di tengah lautan.
Selain itu, dirinya juga diketahui cukup sering nyebrang ke Lombok hanya menggunakan jukung untuk menjual hasil tangkapannya sebelum kembali menepi di pantai Songan.
Sementara sebelum kejadian, Witia diketahui sempat menghubungi anaknya via telepon sekitar pukul 21.00 wita yang kebetulan saat itu cucunya sedang berulang tahun. Namun sayang telepon terakhir dari Witia untuk anaknya tersebut tidak diketahui sehingga hanya menyisakan panggilan tak terjawab saja.
Diakui Rerod bahwa semalam kondisi cuaca sangat buruk, bahkan dirinya yang rencananya semula akan melaut pada pukul 04.00 dini hari membatalkan niatnya setelah melihat kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
Saat ini, keberadaan Witia masih belum diketahui, para nelayan setempat bersama tim SAR masih melakukan upaya pencarian terhadap Witia di sekitaran perairan tersebut. [igs/wrt]
Berita Karangasem Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3830 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1775 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026