Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 17 Juni 2026
Masyarakat Diimbau Salurkan Bantuan Langsung ke Posko Pengungsi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyoroti aksi penggalangan dana bagi pengungsi Gunung Agung yang belakangan marak dilakukan di jalan-jalan.
[pilihan-redaksi]
Kata dia, bukan bermaksud melarang masyarakat untuk menyumbang, namun ia menilai langkah ini kurang tepat karena akan sulit memantau pendistribusian dan pertanggungjawaban dananya. Hal tersebut disinggung Gubernur Pastika dalam rapat siaga darurat Gunung Agung yang melibatkan pimpinan OPD Pemprov Bali di Ruang Praja Sabha Kantor Gubernur Bali, Senin (25/9).
Pada prinsipnya, Pastika mengapresiasi semangat masyarakat yang ingin membantu saudara mereka yang tengah mengalami musibah. Namun akan lebih baik bila bantuan tersebut disalurkan langsung posko pengungsian yang tersebar di beberapa titik.
“Kalau ada komunitas yang ingin menyalurkan bantuan, langsung saja ke posko biar tercatat dan jelas pertanggungjawabannya,” imbuhnya.
Menambahkan penegasan Gubernur Pastika, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra menginformasikan bahwa bantuan dapat disalurkan ke Posko Utama Satgas Siaga Darurat Gunung Agung yang berlokasi di Dermaga Cruise Tanah Ampo, Kecamatan Manggis, Kabupatan Karangasem.
“Di sana, bantuan dari masyarakat akan dicatat dan didistribusikan ke posko pengungsian yang tersebar di sejumlah titik,” imbuhnya.
Diimbau, bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan ke Posko Utama, dipersilahkan menghubungi Koordinator Posko Bapak Subandi pada nomor 08123920931 / 08776281935.
Dengan pola satu pintu, bantuan yang dikirim bisa dicatat dan jelas disalurkan ke mana. [bbn/prov/wrt]
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun