Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Polisi Bakal Gelar Operasi Zebra Selama Oktober-November

Kamis, 26 Oktober 2017, 12:00 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Operasi Zebra akan berlangsung akhir Bulan Oktober hingga pertengahan November mendatang. Sebagai langkah awal, jajaran Dit Lantas Polda Bali menggelar rapat internal dengan pihak Dinas Perhubungan Provinsi Bali di ruang rapat Dit Lantas Polda Bali, Rabu (25/10). 
 
Menurut Direktur Lantas Polda Bali Kombes Pol AA Made Sudana, dalam rapat internal yang dihadiri Dishub, ada beberapa poin yang harus dilaksanakan dalam operasi Zebra tersebut. 
 
[pilihan-redaksi]
“Tadi kami menggelar rapat internal. Jadi, ada tiga target sasaran dalam Operasi Zebra, yaitu parkir badan jalan, pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan serta sosialisasi ke sekolah-sekolah,” ungkap Kombes Sudana usai ditemui memimpin rapat di Gedung Direktorat Lalu Lintas Jalan WR Supratman nomor 7, Denpasar Timur.
 
Mantan Kapolresta Denpasar itu menerangkan, sasaran pertama yaitu parkir kendaraan di badan jalan dinilai sebagai biang kemacetan. Selanjutnya penertiban di beberapa kawasan, khususnya atensi parkir kendaraan di badan jalan di pasar-pasar. 
 
“Biasanya pasar tumpah seperti di Sanglah, Kuta dan Veteran masih ada kendaraan parkir di badan jalan. Ini yang akan kita tertibkan karena bagaimanapun sesuai undang-undang badan jalan bukan untuk tempat parkir. Termasuk juga trotoar bukan untuk tempat berjualan,” tegas perwira melati tiga dipundak itu. 
 
Mantan Kapolres Gianyar ini menjelaskan, dalam operasi Zebra kali ini,  masalah kecelakaan maupun kemacetan mendapat atensi khusus  terlebih menjelang pelaksanaan acara IMF-World Bank tahun 2018. “Untuk itu, kami akan berusaha maksimal agar para tamu dan delegasi yang datang ke Bali merasa aman dan nyaman terutama saat perjalanan misalnya menuju obyek-obyek wisata,” terangnya. 
 
Terkait soal kemacetan, anggota Dikyasa Direktorat Lalu Lintas juga melaksanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah melalui program goes to school. Ini juga tidak kalah penting mengingat banyaknya korban kecelakaan menimpa remaja. “Program ini sebenarnya sudah berjalan tapi tetap kita gencarkan termasuk anggota menjadi Irup (Inspektur Upacara) di sekolah setiap Senin,” cetus Kombes Sudana. 
 
Menurutnya, selama ini para orang tua memberikan anaknya yang masih dibawah umur dan belum memiliki SIM untuk mengendarai sepeda motor menuju sekolah. Satu sisi, anak-anak kejar-kejaran waktu agar tidak terlambat. 
 
“Kami perlu memberikan penyadaran kepada para orang tua kalau anak belum cukup umur berkendara di jalan raya itu rawan. Apabila belum cukup umur, ya kewajiban orang tua untuk mengantar. Begitu juga kami sebagai aparat harus mencegah apabila membiarkan anak tidak punya SIM berkendara di jalan raya,” tegasnya. [spy/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami