Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 11 Mei 2026
Kecakapan Literasi Keuangan Masyarakat Bali Masih Rendah
Senin, 30 Oktober 2017,
17:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Pengamat Keuangan Sephy Lavianto SE, MM mengungkapkan bahwa pengetahuan dan kecakapan literasi keuangan masyarakat Bali masih sangat rendah. Ini disebabkan oleh minimnya sosialisasi tentang literasi keuangan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Hal tersebut diungkapkannya dalam seminar bertajuk Mapan Zaman Now yang berlangsung di Denpasar, Sabtu (28/10)
[pilihan-redaksi]
Akibat rendahnya pengetahuan literasi keuangan membuat masyarakat tidak mempunyai perencanaan dalam pengelolaan keuangan yang matang. Hingga tak sedikit akhirnya masyarakat terjerat tipu daya rentenir dan investasi bodong.
"Yang sederhana saja, masih banyak masyarakat yang belum bisa membedakan antara tabungan dengan investasi. Mereka masih menyamakan bahwa tabungan itu iya ivestasi. Padahal beda," sebutnya menegaskan.
Menurutnya tabungan adalah simpanan yang digunakan untuk keadaan keuangan yang mendesak dan darurat. Sedang investasi justru sesuatu hal yang bisa menjadi sumber penghasilan lain.
Selanjutnya ia menjelaskan sejumlah produk investasi yang sebetulnya bisa diakses dengan dengan mudah oleh masyarakat, seperti saham, reksadana, obligasi juga produk tabungan emas dari Pegadaian.
"Tapi sayangnya masyarakat banyak yang tidak tahu. Iya karena minimnya sosialisasi tadi. Padahal ada yang namanya tabungan saham, hanya dengan Rp 100 ribu atau Rp 1 juta saja sudah punya investasi. Buka account-nya juga mudah," jelasnya.
Dengan memiliki kecakapan literasi, masyarakat tidak hanya akan mengandalkan sumber penghasilan mereka dari yang bersifat konvensional saja, seperti gaji atau usaha bisnis. "Jadi sumber penghasilannya tidak dari yang itu-itu saja," tegasnya.
Selain itu dengan tingkat kecakapan literasi masyarakat yang tinggi akan berdampaknya luas hingga mampu menggerakan perekonomian yang sedang lesu seperti sekarang ini.
"Misalnya masyarakat sudah banyak yang berinvestasi saham, meski mereka berinvestasi dalam jumlah uang kecil. Tapi dengan begitu bisa membeli saham dari perusahaan-perusahaan yang sahamnya murah, sehingga dunia usaha bisa bergeliat lagi," jelasnya.
Oleh karena itulah dirinya terus tergerak melakukan sosialisasi literasi keuangan dengan menggandeng sejumlah komunitas masyarakat di Bali. Hanya saja ia mengaku tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan dari berbagai pihak khususnya OJK sebagai institusi pemerintah yang bertugas untuk itu. "Iya belum ada digandeng OJK. Yang jelas kami sebagai elemen masyarakat ingin membantu," akunya.
Pihaknya tak cuma melakukan sosialisasi melalui seminar dan diskusi-diskusi tetapi juga melalui jejaring media sosial. "Justru sosialisasi di media sosial masih sangat lemah dilakukan oleh OJK," kritiknya. [bbn/msd/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1066 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 848 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 672 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 623 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026