Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Ratusan Pemedek Datang Ditolak, Pengurus Pura Tangkas Kori Agung Beri Penjelasan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pengurus Pusat Partisentana Pangeran Tangkas Kori Agung memberikan klarifikasi terkait polemik pelaksanaan rapat, persembahyangan hingga proyek penataan Pura Kawitan Pangeran Tangkas Kori Agung di Klungkung yang saat ini tengah berlangsung.
Klarifikasi tersebut disampaikan untuk meluruskan sejumlah kesalahpahaman yang berkembang di internal pesemetonan, termasuk mengenai rencana pemugaran dan penataan pura.
Wakil Sekretaris Partisentana Pangeran Tangkas Kori Agung, Ketut Sudarsana, mengatakan Pengurus Pusat di bawah kepemimpinan Ketua Umum I Made Mahayastra bersama jajaran pengempon telah menyepakati proses pemugaran pura.
Penataan tersebut, kata dia, berfokus pada pengangkatan posisi pura ke area hulu yang lebih tinggi. Proses itu tidak disertai perubahan tatanan maupun pembongkaran pelinggih yang telah ada.
"Jadi bukan membangun pura baru atau mengubah tatanan yang ada. Pelinggih-pelinggih tetap seperti sekarang, hanya ditata dengan diangkat ke hulu yang lebih tinggi. Ini sudah disepakati bersama Ketua Umum dan pengempon," kata Ketut Sudarsana yang kini menjabat Ketua DPRD Gianyar itu.
Ketut Sudarsana menjelaskan sejumlah poin yang dinilai penting untuk meluruskan kesalahpahaman di lingkungan pesemetonan Pangeran Tangkas Kori Agung.
Pertama, setiap kegiatan yang berlangsung di kawasan pura wajib dikoordinasikan dengan pengempon. Pengempon merupakan pihak yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan dan keberlangsungan pura.
Kedua, Pengurus dan pengempon sepakat tidak memberikan izin terhadap agenda yang mengatasnamakan pesamuan agung apabila tidak melalui prosedur resmi. Terlebih, kondisi pura saat ini masih dalam tahap konstruksi sehingga aspek keselamatan kerja menjadi salah satu pertimbangan.
Ketiga, Ketut Sudarsana membantah tudingan bahwa Ketua Umum tidak responsif terhadap pembahasan rencana pembangunan. Menurutnya, pembahasan terkait rencana pembangunan telah dilakukan dalam beberapa kali rapat, termasuk di Kori Maharani.
Dalam rapat tersebut, kata dia, tidak terdapat keberatan yang disampaikan peserta pada saat pembahasan berlangsung.
Mengenai kedatangan pemedek dalam jumlah besar untuk melakukan persembahyangan di luar jadwal piodalan, pihak Pengurus mengimbau agar kegiatan tersebut tetap dikoordinasikan terlebih dahulu.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketertiban kawasan pura yang merupakan kawasan sacred, terlebih proses pembangunan masih berlangsung.
Pengurus juga menyoroti adanya upaya pihak tertentu yang bersurat kepada Bupati Badung untuk menahan pencairan hibah pembangunan pura. Hal tersebut menjadi salah satu poin yang dipertanyakan oleh Pengurus Pusat.
Di tengah adanya perbedaan pandangan, Ketut Sudarsana mengimbau seluruh pesemetonan agar mengutamakan dialog internal. Perbedaan mengenai kawitan maupun pembangunan pura diharapkan dapat diselesaikan secara arif tanpa menimbulkan perpecahan.
"Prinsipnya pembangunan tetap berjalan sampai selesai. Jika ada perbedaan pendapat, mari dibicarakan dengan baik. Jangan sampai hal ini memecah pesemetonan Pangeran Tangkas Kori Agung," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4439 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2169 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1559 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1009 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 940 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun