Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Tragedi Gerak Jalan, SMAN 2 Amlapura Evaluasi Kesehatan Siswa
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
SMA Negeri 2 Amlapura akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan siswa sebelum mengikuti kegiatan gerak jalan maupun perlombaan yang membutuhkan aktivitas fisik berat.
Evaluasi tersebut dilakukan sebagai pembelajaran setelah meninggalnya siswa SMAN 2 Amlapura, I Gede Abdi Cahyanata Wiguna, yang sebelumnya mengikuti gerak jalan 17 kilometer putra dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Karangasem.
Kepala SMA Negeri 2 Amlapura, I Wayan Puja Astawa, mengatakan evaluasi tidak hanya akan dilakukan dari sisi internal sekolah. Pihaknya juga berencana berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan kondisi kesehatan siswa sebelum mengikuti kegiatan yang menguras stamina.
Selain pemeriksaan kesehatan, komunikasi antara sekolah dengan orang tua dan siswa akan diperkuat. Sekolah akan menggali informasi mengenai riwayat kesehatan, kondisi fisik, serta keluhan yang mungkin dirasakan siswa menjelang perlombaan.
"Kejadian ini kami jadikan sebagai pembelajaran. Kami tidak menyangka, karena baik hasil komunikasi dengan orang tua dan siswa itu sendiri tidak ada yang menyebutkan almarhum memiliki riwayat penyakit atau keluhan kesehatan menjelang perlombaan dimulai,” ujar Puja Astawa saat dikonfirmasi, Kamis (13/8/2026).
Puja menilai langkah evaluasi menjadi penting karena kegiatan gerak jalan dengan jarak cukup jauh membutuhkan kondisi fisik yang prima. Faktor cuaca dan tekanan selama perlombaan juga dapat memengaruhi daya tahan peserta.
Karena itu, sekolah ingin memastikan kesiapan siswa secara lebih menyeluruh sebelum mereka mengikuti kegiatan dengan aktivitas fisik berat.
Sebelumnya, Abdi mengikuti lomba gerak jalan 17 kilometer putra dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Karangasem.
Saat perlombaan berlangsung, kondisi Abdi dilaporkan menurun hingga kemudian mendapatkan penanganan. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Kepergian siswa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar SMAN 2 Amlapura. Guru, siswa, serta keluarga sekolah turut merasakan kehilangan atas meninggalnya Abdi.
Selain menyampaikan belasungkawa, teman-teman almarhum juga menunjukkan kepedulian dengan menggalang donasi. Bantuan tersebut nantinya akan diserahkan kepada keluarga saat prosesi kremasi yang dijadwalkan berlangsung pada Senin mendatang.
Pada Kamis (13/8/2026), seluruh guru SMAN 2 Amlapura juga mendatangi rumah duka. Kehadiran para guru menjadi bentuk penghormatan sekaligus dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.
Tragedi tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk memperkuat persiapan kesehatan dan komunikasi dengan siswa serta orang tua sebelum kegiatan olahraga atau perlombaan fisik digelar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2321 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1966 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun