Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 2 Oktober 2026
3 Desa di Karangasem Menjadi Pilot Project Gerakan Sadar Pangan
Senin, 20 November 2017,
09:22 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Tiga desa si Karangasem yakni Sidemen, Kertha Buana, dan Lokasari menjaid pilot project gerakan masyarakat sadar pangan.
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) mengadakan acara Gebyar Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) dan Gerakan Masyarakat Sadar Pangan Aman (GERMAS SAPA) yang dihadiri langsung Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri dan Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, Minggu (19/11) di Wantilan Puseh Tabole, kecamatan Sidemen, kabupaten Karangasem.
[pilihan-redaksi]
Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumarti mengatakan program gerakan keamanan pangan desa bertujuan meningkatkan kemandirian masyarakat desa pada bidang keamanan pangan sehingga dapat melakukan pengelolaan keamanan pangan secara mandiri.
Program GKPD sendiri dilaksanakan di 3 desa yaitu Desa Sidemen, Desa Kertha Buana, dan Desa Lokasari.
"Saya berharap program GKPD ini dapat tetus bertambah dan dilanjutkan terutama pada daerah-daerah berproduksi," sebutnya.
Plt Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan I Wayan Eka Ratnata, dalam laporannya mengatakan gerakan keamanan pangan desa dan gerakan masyarakat sadar pangan aman merupakan salah satu program nasional badan POM yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian desa dalam menjamin kebutuhan pangan yang aman sekaligus memperkuat ekonomi desa melalui program keamanan pangan desa.
"Program keamanan panga desa ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia dalam rentan waktu tahun 2014 sampai dengan 2019,"ucapnya.
Menurutnya, masalah keamanan pangan bila tidak mendapat perhatian secara serius dapat menimbulkan masalah kesehatan masyarakat dan berdampak pada meningkatnya biaya penelurusuran, biaya pengobatan dan rehabilitas, kehilangan pendapatan dan produktivitas, kehilangan pasar dan pelanggan akibat kehilangan kepercayaan yang akhirnya menyebabkan pengangguran dan lain-lain.
"Permasalahan keamanan pangan atau potensi risiko dapat terjadi di setiap mata rantai pangan, sehingga upaya agar pangan tetap aman dan bermutu hendaknya dapat dilakukan secara komorehensif dan terus menerus," ucapnya. [igs/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 450 Kali
02
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 352 Kali
03
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 289 Kali
04
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 263 Kali
05
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 238 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026