Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




3 Desa di Karangasem Menjadi Pilot Project Gerakan Sadar Pangan

Senin, 20 November 2017, 09:22 WITA Follow
Beritabali.com

ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Beritabali.com, Karangasem. Tiga desa si Karangasem yakni Sidemen, Kertha Buana, dan Lokasari menjaid pilot project gerakan masyarakat sadar pangan. 
 
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) mengadakan acara Gebyar Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) dan Gerakan Masyarakat Sadar Pangan Aman (GERMAS SAPA) yang dihadiri langsung Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri dan Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, Minggu (19/11) di Wantilan Puseh Tabole, kecamatan Sidemen, kabupaten Karangasem.
 
[pilihan-redaksi]
Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumarti mengatakan program gerakan keamanan pangan desa bertujuan meningkatkan kemandirian masyarakat desa pada bidang keamanan pangan sehingga dapat melakukan pengelolaan keamanan pangan secara mandiri. 
 
Program GKPD sendiri dilaksanakan di 3 desa yaitu Desa Sidemen, Desa Kertha Buana, dan Desa  Lokasari.
 
"Saya berharap program GKPD ini dapat tetus bertambah dan dilanjutkan terutama pada daerah-daerah berproduksi," sebutnya. 
 
Plt Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan I Wayan Eka Ratnata, dalam laporannya mengatakan gerakan keamanan pangan desa dan gerakan masyarakat sadar pangan aman merupakan salah satu program nasional badan POM yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian desa dalam menjamin kebutuhan pangan yang aman sekaligus memperkuat ekonomi desa melalui program keamanan pangan desa. 
 
"Program keamanan panga  desa ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia  dalam rentan waktu  tahun 2014 sampai dengan 2019,"ucapnya.
 
Menurutnya, masalah keamanan pangan bila tidak mendapat perhatian secara serius dapat menimbulkan masalah kesehatan masyarakat dan berdampak pada meningkatnya biaya penelurusuran, biaya pengobatan dan rehabilitas, kehilangan pendapatan dan produktivitas, kehilangan pasar dan pelanggan akibat kehilangan kepercayaan yang akhirnya menyebabkan pengangguran dan lain-lain.
 
"Permasalahan keamanan pangan atau potensi risiko dapat terjadi di setiap mata rantai pangan, sehingga upaya agar pangan tetap aman dan bermutu hendaknya dapat dilakukan secara komorehensif dan terus menerus," ucapnya. [igs/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami