Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
3 Desa di Karangasem Menjadi Pilot Project Gerakan Sadar Pangan
Senin, 20 November 2017,
09:22 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Tiga desa si Karangasem yakni Sidemen, Kertha Buana, dan Lokasari menjaid pilot project gerakan masyarakat sadar pangan.
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) mengadakan acara Gebyar Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) dan Gerakan Masyarakat Sadar Pangan Aman (GERMAS SAPA) yang dihadiri langsung Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri dan Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, Minggu (19/11) di Wantilan Puseh Tabole, kecamatan Sidemen, kabupaten Karangasem.
[pilihan-redaksi]
Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumarti mengatakan program gerakan keamanan pangan desa bertujuan meningkatkan kemandirian masyarakat desa pada bidang keamanan pangan sehingga dapat melakukan pengelolaan keamanan pangan secara mandiri.
Program GKPD sendiri dilaksanakan di 3 desa yaitu Desa Sidemen, Desa Kertha Buana, dan Desa Lokasari.
"Saya berharap program GKPD ini dapat tetus bertambah dan dilanjutkan terutama pada daerah-daerah berproduksi," sebutnya.
Plt Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan I Wayan Eka Ratnata, dalam laporannya mengatakan gerakan keamanan pangan desa dan gerakan masyarakat sadar pangan aman merupakan salah satu program nasional badan POM yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian desa dalam menjamin kebutuhan pangan yang aman sekaligus memperkuat ekonomi desa melalui program keamanan pangan desa.
"Program keamanan panga desa ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia dalam rentan waktu tahun 2014 sampai dengan 2019,"ucapnya.
Menurutnya, masalah keamanan pangan bila tidak mendapat perhatian secara serius dapat menimbulkan masalah kesehatan masyarakat dan berdampak pada meningkatnya biaya penelurusuran, biaya pengobatan dan rehabilitas, kehilangan pendapatan dan produktivitas, kehilangan pasar dan pelanggan akibat kehilangan kepercayaan yang akhirnya menyebabkan pengangguran dan lain-lain.
"Permasalahan keamanan pangan atau potensi risiko dapat terjadi di setiap mata rantai pangan, sehingga upaya agar pangan tetap aman dan bermutu hendaknya dapat dilakukan secara komorehensif dan terus menerus," ucapnya. [igs/wrt]
Berita Karangasem Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3814 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1760 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026