Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Puncak Musim Hujan, Masyarakat Diimbau Waspada
Senin, 4 Desember 2017,
13:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Masyarakat di seluruh Indonesia diimbau waspada curah hujan yang tinggi, angin kencang disertai petir dalam tiga bulan ke depan.
Sebab, puncak musih hujan di seluruh pulau Indonesia terjadi bulan Desember 2016, sampai Februari 2017. Dalam waktu tiga bulan itu, hujan dan angin kencang disertai pertir diprediksi akan terjadi.
[pilihan-redaksi]
"Masyarakat tetap harus mewaspadai cuaca ekstrim seperti gelombang tinggi yang hampir mencapai 4 meter, bahkan kemudian angin kencang, petir disertai hujan lebat," kata Humas BMKG Dwi Rini pada INILAHCOM, Jakarta, Minggu (3/12/2017).
Dwi menjelaskan, cuaca eksteim dan curah hujan dengan itensitas tinggi yang belakangan terjadi dipicu munculnya Siklon Tropis Cempka dan Dahlia. Tapi dua Siklon Tropis ini sudah menjauh dari Indonesia.
Siklon Tropis Dahlia yang sebelumnya terjadi di Wilayah Indonesia memberikan dampak Hujan sedang hingga lebat di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Angin kencang > 20 knot di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur bagian barat dan selatan.
Selanjutnya Gelombang laut dengan ketinggian 2,5-4.0 meter di Perairan Selatan Banten hingga Jawa Barat, Samudera Hindia Selatan Banten-Jawa Barat, Perairan Selatan Jawa Tengah-Jawa Timur, Perairan Selatan Bali-Lombok, Selat Bali-Lombok-Alas Bagian Selatan, Samudera Hindia Selatan Bali hingga Lombok. Gelombang laut dengan ketinggian 4,0-6.0 meter di Samudera Hindia selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur.
Bukan hanya itu, ada dua bibit Siklon Tropis muncul, yakni Siklon Tropis 93W dan 97S.
Bibit Siklon Tropis 93W terpantau di Laut Andaman sebelah Utara Aceh, dengan kecepatan angin maksimum 56 km/jam. Dampak dari bibit 93W berupa hujan dengan intensitas sedang-lebat di wilayah Aceh bagian Utara. Sedangkan Gelombang 2,5-4 meter di perairan Lhoksumawe, perairan Sabang, perairan utara dan barat Aceh.
Sementara bibit Siklon Tropis 97S terpantau di Samudera Hindia sebelah selatan NTT, dengan kecepatan angin maksimum 28 km/jam. Bibit siklon 97S bergerak ke arah barat daya menjauhi Indonesia.
Dampak dari bibit ini berupa hujan dengan intensitas sedang-lebat di NTT. Sementara Gelombang 2,5-4 meter di perairan barat Lampung, Selat Bali, Selat Lombok, Selat Alas bagian selatan, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa Timur hingga Lombok. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2626 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2281 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2222 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026