Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Warga Amerika Kabur dari Lapas Ditangkap, Ngaku Diteror Napi dan Sedang Terapi Ganja

Rabu, 20 Desember 2017, 14:45 WITA Follow
Beritabali.com

beritabalicom

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Christian Beasly, warga Amerika Serikat, tahanan Lapas Kerobokan yang kabur beberapa hari lalu, akhirnya ditangkap di Lombok Nusa Tenggara Barat. Ia mengaku memilih kabur karena depresi setelah mendapat intimidasi dari sesama narapidana di dalam Lapas Kerobokan.
 
Dengan tangan dan kaki terborgol, Christian Beasly, tahanan warga Amerika yang kabur dari lapas kelas II A Kerobokan Badung, kini menjalani pemeriksaan intensif di Polres Badung.
 
Terdakwa kasus kepemilikan narkoba jenis ganja ini ditangkap petugas gabungan Polres Badung dan Polsek Kuta Utara, saat akan masuk ke sebuah penginapan di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
 
"Dari pemeriksaan awal terungkap  pelaku nekat kabur karena mendapat tekanan dan intimidasi dari narapidana lain di dalam Lapas Kerobokan. Pelaku mengaku kerap diperas dan dimintai uang sebesar Rp 5 juta  agar tidak diganggu narapidana lain,"jelas AKBP Yudit S Hananta, Kapolres Badung.
Christian mengaku sedang menjalani terapi untuk depresi yang dihadapinya. Ia meminta agar direhabilitasi dan bukan dihukum penjara empat tahun. 
 
"Saya punya ijin memakai ganja untuk keperluan terapi, di negara saya ini diperbolehkan. Saya perlu rehabilitasi dan bukan penjara empat tahun, tolong bantu saya," ujarnya kepada wartawan.
 
Meski sempat memprotes penangkapan dan proses hukum yang dihadapinya, namun pihak kepolisian Polres Badung tetap akan memprosesnya sesuai peraturan hukum yang berlaku di Indonesia.
 
Sebelumnya, Christian Beasly adalah tahanan kasus narkoba yang ditangkap oleh petugas Polsek Kuta Utara.
Pelaku yang sedang menjalani persidangan ini kabur bersama napi lain yang juga warga Amerika, Paul Hoffman,  dengan cara membobol plafon dan melewati area proyek lapas wanita.
 
Berbekal uang yang diberikan oleh ibunya saat membesuk sebesar Rp 3,5 juta, Beasly kabur dengan menyewa ojek menuju Padang Bay, dilanjutkan menyewa kapal nelayan untuk menyeberang ke Lombok.
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami