Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Difteri Penyakit Kuno yang Kembali Datang
Senin, 25 Desember 2017,
12:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Difteri adalah penyakit kuno, sudah ditemukan sejak abad 5 SM. Abad 6, difteri pernah menjadi epidemic di seluruh dunia. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan ditemukan vaksin, difteri mulai menghilang.
Data terbaru dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) melaporkan difteri terjadi di 142 kota/kabupaten, 600 kasus dan 38 di antaranya meninggal dunia.
"Masyarakat sudah lengah karena menyangka penyakit ini sudah tidak ada. Kalau ktia tidak waspada, terjadilah kasus difteri seperti sekarang ini," papar Dr.dr.Hindra Irawan Satari, SpA(K), Konsultan Infeksi Tropik Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM, di forum Ngobras, Jakarta, baru - baru ini.
Infeksi difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae. Bahan vaksin difteri dibuat dari toksoid bakteri tersebut, yang akan memicu tubuh membentuk kekebalan terhadapnya. Dalam 2-3 hari, akan terbentuk pseudo-membran berwarna putih di tenggoorokan dan tonsil (amandel).
"Lendir bisa menutup saluran nafas sehingga nafas sesak. Bila lendir terus turun ke saluran nafas bawah, akan menimbulkan sakit berat bahkan kematian," terangnya.
Komplikasi terjadi akibat toksin yang dihasilkan bakteri difteri. Selama kuman masih ada, toksin akan terus dihasilkan, akhirnya akan menyerang jantung dan menyebabkan peradangan otot jantung. Kematian sekitar 5-10 persen.
Vaksin difteri sudah digunakan di Amerika Serikat sejak 1890.
"Jadi, vaksin bukan barang baru. Lalu kenapa sekarang jadi takut divaksin?" tegasnya.
Untuk menetralisir racun yang sudah beredar, diberikan anti toksin. Namun bila toksin sudah menempel di jantung, hanya bisa menunggu tubuh menetralisir. Kalau tubuh gagal melakukannya, detak jantung bisa terganggu dan kematian bisa terjadi.
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2960 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2020 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1811 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026