Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Dampak Banjir Lahar Dingin, Produksi Beras Terancam Anjlok
Senin, 8 Januari 2018,
11:55 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Produksi beras di Kabupaten Klungkung terancam anjlok. Hal ini disebabkan dampak penutupan irigasi 12 subak, di dua kecamatan, Kecamatan Dawan dan Kecamatan Klungkung dengan total luas 1.180 hektar. Penutupan irigasi ini sudah berlangsung sejak dua bulan lebih sebagai akibat banjir lahar dingin Gunung Agung di Sungai Unda.
Menurut Kepala BPBD Klungkung Putu Widiada, diperkirakan kerugian akibat penutupan irigasi itu produksi beras akan berkurang 4 ton per hektarnya. Sebagai bentuk antisipasi Klungkung "krisis" beras, Pemkab Klungkung bakal mengamankan stok beras cadangan pemerintah (CBP) yang dimilikinya. Stok CBP ini rencananya akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Klungkung.
Sedangkan untuk kebutuhan logistik pengungsi, kata Widiada, Pemkab Klungkung sudah bersurat ke Pemprop Bali mohon bantuan CBP Propinsi bisa digelontorkan untuk pengungsi Gunung Agung di Klungkung.
"Dengan jumlah pengungsi saat ini sebanyak 9.000 lebih, kebutuhan beras setiap harinya sekitar 4,4 ton. Pak Bupati sudah bersurat ke gubernur mohon CBP propinsi," ungkap Widiada, Minggu (7/1).
Saat ini total jumlah pengungsi di Klungkung sebanyak 9.491 jiwa.
Berita Premium
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3819 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1764 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026