Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
PVMBG Usulkan Radius KRB Dipersempit Jadi 4 Kilometer
Perkembangan Pemantauan Erupsi Gunung Agung
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengusulkan agar radius kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Agung dipersempit dari 6 kilometer menjadi 4 kilometer dari puncak kawah. Usulan tersebut didasarkan pada aktivitas Gunung Agung yang terus menunjukkan penurunan.
Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) I Gede Suantika saat ditemui di Pos Pemantauan Rendang pada Kamis (8/2/2018) mengungkapkan sampai saat ini belum terditeksi lagi sinar api dari kawah Gunung. Begitu juga suplai magma sepertinya sudah mau habis.
Jika dibandingkan dengan saat status Gunung Agung naik ke level IV (awas) pertama kali, jumlah gempa maupun analisa deformasi dan secara visual saat ini terus mengalami penurunan. "Untuk suplai magma belum terlihat lagi sinar api dari kawah, sepertinya sudah mau habis," ujar Gede Suantika.
Menurut Gede Suantika, berdasarkan hasil analisa tersebut kendati terjadi erupsi potensi bahayanya hanya berada di radius 4 kilometer. "Kayaknya kalau radius jadi 4 kilometer pasti status diturunkan juga," ungkap Gede Suantika.
Gede Suantika mengingatkan hingga saat ini, tetap saja kondisi Gunung Agung belum normal. PVMBG masih terus melakukan pemantauan selama 24 jam dan jika terjadi peningkatan pasti dengan cepat bisa diketahui dan segera diinformasikan.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2936 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2013 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun