Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 19 Juni 2026
Wayan Koster Kunjungi Museum Purbakala Gilimanuk
Kamis, 22 Maret 2018,
06:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com, Gilimanuk. Calon Gubernur nomor urut 1, Wayan Koster, Rabu (21/3/2018) mengunjungi Museum Purbakala Gilimanuk di Kabupaten Jembrana yang merupakan salah satu mata rantai penting perjalanan sejarah peradaban Pulau Bali.
Didampingi Tim Ketua Pemenangan Koster-Ace Made Kembang Hartawan, Koster menerima sejumlah penjelasan dari petugas tentang keberadaan museum yang berdiri di kawasan seluas sekitar 20 hektar tersebut. Bahwa di lokasi ini banyak ditemukan fosil manusia purba serta sejumlah benda-benda bekal kubur manusia purba Gilimanuk seperti gerabah atau priuk serta perhiasan-perhiasan lainnya.
Pada Januari 2016, di tempat ini, Tim Arkeologi kembali menemukan kerangka manusia purba yang diperkirakan berasal dari 257 tahun sebelum masehi (SM). Keberadaan kerangka manusia purba Gilimanuk ditemukan dalam kegiatan ekskavasi atau penggalian pada ke dalaman 1,5 meter dengan luas 2x2 meter.
"Sebetulnya situs ini pertama kali ditemukan pada tahun 1963 oleh Prof. Dr. R.P. Soejono. Ketika itu ditemukan kerangka dalam tempayan serta berbagai manik-manik, gerabah, serta barang-barang perunggu yang merupakan sisa kegiatan masyarakat pada masa prasejarah Indonesia sekitar 2000 tahun yang lalu, menjelang masa Hindu-Buddha," jelasnya.
Sayangnya, museum yang dibangun pada tahun 1994 ini masih sangat sepi dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Padahal di tempat ini menyimpan berbagai kisah unik yang terkait dengan asal muasal nenek moyang penduduk Bali pada zaman sebelum sebelum masehi.
"Ramainya ketika musim libur sekolah, dikunjungi oleh anak-anak tour sekolah. Ada juga peneliti dari luar negeri, paling sering dari Jerman dan Denmark," sebutnya.
Melihat kondisi tersebut, Koster mengatakan keberadaan museum Purbakala Gilimanuk harus dilestarikan.
“Penemuan kerangka manusia dan sejumlah benda-benda purbakala yang tersimpan di museum ini menjadi bukti sudah ada peradaban di Bali ratusan tahun sebelum masehi. Museum ini harus dipertahankan dan dilestarikan,”tegas Koster.
Diakuinya minat masyarakat secara umum berkunjung ke museum relatif menurun, untuk itulah kedepan keberadaan museum-museum di Bali harus menjadi bagian paket wisata yang harus disosialisasikan atau dipromosikan kepada wisatawan.
“Karena dengan berkunjung ke museum, selain berwisata, juga banyak ilmu yang akan diperoleh,”pungkasnya.[bbn/rls/psk]
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
02
03
04
05
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026