Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Serangan Penyakit CVPD Sebabkan Kadar Air Buah Jeruk Rendah
Ujian Terbuka Program Doktor Ilmu Pertanian Unud
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Berdasarkan hasil Penelitian Mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian Universitas Udayana I Gusti Ayu Diah Yuniti menunjukkan bahwa serangan penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) menyebabkan kadar air buah jeruk rendah. Dimana pada umumnya kadar air buah jeruk sehat yaitu antara 85-90%. Hal tersebut disampaikan Yuniti dalam Ujian Promosi Doktor Ilmu Pertanian di Gedung Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar pada Jumat (6/4)
Menurut Yuniti, keberadaan penyakit CVPD pada tanaman jeruk yang disebabkan oleh Candidatus Liberibacter asiaticus dan disebarkan oleh serangga vektor Diaphorina citri telah berdampak pada penurunan kualitas buah jeruk. Adanya penyakit CVPD pada tanaman jeruk menyebakan tanaman mengalami defisiensi (kekurangan) unsur hara terutama Mn.
Intensitas serangan CVPD pada tanaman jeruk terendah yaitu 42.2% dan jeruk selayar menempati persentase tertinggi yaitu 55,5 %. Persentase serangan CVPD juga berbeda pada masing-masing jeruk. “Persentase serangan CVPD terendah ditemukan pada jeruk siam dan tertinggi ditemukan pada jeruk selayar 87%” kata Yuniti.
Yuniti menjelaskan secara umum gejala penyakit CVPD adalah daun menguning, tulang daun menebal, dan adanya penyumbatan jaringan pembuluh floem. Pada gejala berat, daun menjadi lebih kaku, kecil, menebal, dan dapat menguning pada keseluruhan kanopi, letaknya tersebar dan mengalami mati ranting yang parah. Tanaman jeruk yang terserang CVPD buahnya kecil dan keras.
Yuniti menyebutkan kandungan vitamin C pada buah jeruk yang terserang penyakit CVPD juga dibawah normal yaitu rata-rata 12 mg/100 gram daging buah sedangkan buah sehat rata-rata 27-49 mg/100 gram daging buah. Begitu juga, Antioksidan pada buah jeruk yang sakit lebih rendah dibandingkan buah jeruk yang sehat, sehingga penyakit CVPD sangat menentukan hasil panen yang diperoleh.
“Hasil pengujian organoleptik dari penelitian yaitu jeruk siam yang sehat memiliki warna kekuningan, jeruk siam yang terserang CVPD berwarna hijau kekuningan dan kuning kehijauan” ujar Yuniti.
Yuniti menambahkan jika diperhatikan dari tekstur maka jeruk sakit teksturnya lebih keras dibandingkan dengan buah jeruk yang sehat. Makin berat tingkat serangan CVPD pada tanaman jeruk makin kecil kuantitas dan kualitas buah yang dihasilkan. [bbn/S3Pertanian-Unud/Mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3830 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1775 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang