Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Serangan Penyakit CVPD Sebabkan Kadar Air Buah Jeruk Rendah
Ujian Terbuka Program Doktor Ilmu Pertanian Unud
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Berdasarkan hasil Penelitian Mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian Universitas Udayana I Gusti Ayu Diah Yuniti menunjukkan bahwa serangan penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) menyebabkan kadar air buah jeruk rendah. Dimana pada umumnya kadar air buah jeruk sehat yaitu antara 85-90%. Hal tersebut disampaikan Yuniti dalam Ujian Promosi Doktor Ilmu Pertanian di Gedung Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar pada Jumat (6/4)
Menurut Yuniti, keberadaan penyakit CVPD pada tanaman jeruk yang disebabkan oleh Candidatus Liberibacter asiaticus dan disebarkan oleh serangga vektor Diaphorina citri telah berdampak pada penurunan kualitas buah jeruk. Adanya penyakit CVPD pada tanaman jeruk menyebakan tanaman mengalami defisiensi (kekurangan) unsur hara terutama Mn.
Intensitas serangan CVPD pada tanaman jeruk terendah yaitu 42.2% dan jeruk selayar menempati persentase tertinggi yaitu 55,5 %. Persentase serangan CVPD juga berbeda pada masing-masing jeruk. “Persentase serangan CVPD terendah ditemukan pada jeruk siam dan tertinggi ditemukan pada jeruk selayar 87%” kata Yuniti.
Yuniti menjelaskan secara umum gejala penyakit CVPD adalah daun menguning, tulang daun menebal, dan adanya penyumbatan jaringan pembuluh floem. Pada gejala berat, daun menjadi lebih kaku, kecil, menebal, dan dapat menguning pada keseluruhan kanopi, letaknya tersebar dan mengalami mati ranting yang parah. Tanaman jeruk yang terserang CVPD buahnya kecil dan keras.
Yuniti menyebutkan kandungan vitamin C pada buah jeruk yang terserang penyakit CVPD juga dibawah normal yaitu rata-rata 12 mg/100 gram daging buah sedangkan buah sehat rata-rata 27-49 mg/100 gram daging buah. Begitu juga, Antioksidan pada buah jeruk yang sakit lebih rendah dibandingkan buah jeruk yang sehat, sehingga penyakit CVPD sangat menentukan hasil panen yang diperoleh.
“Hasil pengujian organoleptik dari penelitian yaitu jeruk siam yang sehat memiliki warna kekuningan, jeruk siam yang terserang CVPD berwarna hijau kekuningan dan kuning kehijauan” ujar Yuniti.
Yuniti menambahkan jika diperhatikan dari tekstur maka jeruk sakit teksturnya lebih keras dibandingkan dengan buah jeruk yang sehat. Makin berat tingkat serangan CVPD pada tanaman jeruk makin kecil kuantitas dan kualitas buah yang dihasilkan. [bbn/S3Pertanian-Unud/Mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7967 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5641 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3543 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2391 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan