Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 29 Agustus 2026
Anjing Peliharaan Menjadi Cermin Sikap Pemiliknya
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Denpasar. Anjing peliharaan dapat menjadi indikator atau cermin dari sikap pemiliknya. Dimana anjing akan berbahaya dan merugikan bagi pemilik dan orang lain jika tidak diperlihara dengan baik, begitu juga akan setia jika mampu memelihara dengan baik. Hal tersebut diungkapkan Pemerhati Budaya Bali Made Nurbawa saat ditemui di Tabanan pada Senin (9/4).
Menurut Nurbawa, kebiasaan masyarakat Bali yang memelihara anjing berkaitan dengan pengetahuan dan kesadaran akan cerita yang tertuang dalam Yudistira Swarga dalam kisah Mahabaratha. Dalam kisah tersebut diceritakan Yudistira tidak bersedia masuk surga jika si Anjing yang selama ini setia mendampinginya di dunia tidak diperkenankan masuk surga.
Secara filosofi anjing dalam bahasa Bali disebut dengan Asu yang merupakan makna suba (perbuatan baik) dan asuba karma (perbuatan tidak baik). Hal ini memiliki makna bahwa bahwa hanya perbuatan selama hidup yang akan menemani saat manusia nantinya meninggal.
“Itu dimaknai bagaimana kita dan karma kita baik atau buruk tidak bisa dipisahkan, jadi karma itu melekat dalam diri kita dan bagaimana kita kita melakoni dan memahami akan berpengaruh juga baik buruk karma kita di masa lalu” jelas ayah satu anak ini.
Selain dalam kisah keagamaan, dalam sejarah Babad Bali yang mana salah satu kisahnya menuliskan tentang salah seorang pimpinan laskar di Bali yakni I Pasung Grigis yang kemana mana selalu ditemani dengan anjing setianya yang berwarna hitam. Cerita tersebut berkaitan dengan sifat seekor anjing yang selalu setia pada tuannya.
Nurbawa menyebutkan cerita kesetiaan anjing tersebut secara filosofi bermakna bahwa perbuatan tidak akan pernah lepas dari sifat manusia. “Anjing adalah salah satu hewan yang memiliki sifat kesetiaan yang tinggi terhadap tuannya, itu dimaknai bagaimana kita dan karma kita baik atau buruk tidak bisa dipisahkan” kata mantan Komisioner KPID Bali tersebut.[bbn/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4732 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2537 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2176 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1793 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1219 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun