Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Anjing Peliharaan Menjadi Cermin Sikap Pemiliknya
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Denpasar. Anjing peliharaan dapat menjadi indikator atau cermin dari sikap pemiliknya. Dimana anjing akan berbahaya dan merugikan bagi pemilik dan orang lain jika tidak diperlihara dengan baik, begitu juga akan setia jika mampu memelihara dengan baik. Hal tersebut diungkapkan Pemerhati Budaya Bali Made Nurbawa saat ditemui di Tabanan pada Senin (9/4).
Menurut Nurbawa, kebiasaan masyarakat Bali yang memelihara anjing berkaitan dengan pengetahuan dan kesadaran akan cerita yang tertuang dalam Yudistira Swarga dalam kisah Mahabaratha. Dalam kisah tersebut diceritakan Yudistira tidak bersedia masuk surga jika si Anjing yang selama ini setia mendampinginya di dunia tidak diperkenankan masuk surga.
Secara filosofi anjing dalam bahasa Bali disebut dengan Asu yang merupakan makna suba (perbuatan baik) dan asuba karma (perbuatan tidak baik). Hal ini memiliki makna bahwa bahwa hanya perbuatan selama hidup yang akan menemani saat manusia nantinya meninggal.
“Itu dimaknai bagaimana kita dan karma kita baik atau buruk tidak bisa dipisahkan, jadi karma itu melekat dalam diri kita dan bagaimana kita kita melakoni dan memahami akan berpengaruh juga baik buruk karma kita di masa lalu” jelas ayah satu anak ini.
Selain dalam kisah keagamaan, dalam sejarah Babad Bali yang mana salah satu kisahnya menuliskan tentang salah seorang pimpinan laskar di Bali yakni I Pasung Grigis yang kemana mana selalu ditemani dengan anjing setianya yang berwarna hitam. Cerita tersebut berkaitan dengan sifat seekor anjing yang selalu setia pada tuannya.
Nurbawa menyebutkan cerita kesetiaan anjing tersebut secara filosofi bermakna bahwa perbuatan tidak akan pernah lepas dari sifat manusia. “Anjing adalah salah satu hewan yang memiliki sifat kesetiaan yang tinggi terhadap tuannya, itu dimaknai bagaimana kita dan karma kita baik atau buruk tidak bisa dipisahkan” kata mantan Komisioner KPID Bali tersebut.[bbn/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5851 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4604 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2569 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2212 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan