Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Anjing Peliharaan Menjadi Cermin Sikap Pemiliknya

Senin, 9 April 2018, 22:00 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com/mul

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Beritabali.com, Denpasar.  Anjing peliharaan dapat menjadi indikator atau cermin dari sikap pemiliknya. Dimana anjing akan berbahaya dan merugikan bagi pemilik dan orang lain  jika tidak diperlihara dengan baik, begitu juga akan setia jika mampu memelihara dengan baik. Hal tersebut diungkapkan Pemerhati Budaya Bali Made Nurbawa saat ditemui di Tabanan pada Senin (9/4).

Menurut Nurbawa, kebiasaan masyarakat Bali yang memelihara anjing berkaitan dengan pengetahuan dan kesadaran akan cerita yang tertuang dalam Yudistira Swarga dalam kisah Mahabaratha. Dalam kisah tersebut diceritakan Yudistira tidak bersedia masuk surga jika si Anjing yang selama ini setia mendampinginya di dunia tidak diperkenankan masuk surga.

Secara filosofi anjing dalam bahasa Bali disebut dengan Asu yang merupakan makna suba (perbuatan baik) dan asuba karma (perbuatan tidak baik). Hal ini memiliki makna bahwa bahwa hanya perbuatan selama hidup yang akan menemani saat manusia nantinya meninggal.

“Itu dimaknai bagaimana kita dan karma kita baik atau buruk tidak bisa dipisahkan, jadi karma itu melekat dalam diri kita dan bagaimana kita kita melakoni dan memahami akan  berpengaruh juga baik buruk karma kita di masa lalu” jelas ayah satu anak ini.

Selain dalam kisah keagamaan, dalam sejarah Babad Bali yang mana salah satu kisahnya menuliskan tentang salah seorang pimpinan laskar di Bali yakni I Pasung Grigis yang kemana mana selalu ditemani dengan anjing setianya yang berwarna hitam. Cerita tersebut berkaitan dengan sifat seekor anjing yang selalu setia pada tuannya.

Nurbawa menyebutkan cerita kesetiaan anjing tersebut secara filosofi bermakna bahwa perbuatan tidak akan pernah lepas dari sifat manusia. “Anjing adalah salah satu hewan yang memiliki sifat kesetiaan yang tinggi terhadap tuannya, itu dimaknai bagaimana kita dan karma kita baik atau buruk tidak bisa dipisahkan” kata mantan Komisioner KPID Bali tersebut.[bbn/mul]

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/mul



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami