Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Hasil Survei BNN, Ini 5 Wilayah Rawan Narkoba di Bali

Kamis, 19 April 2018, 19:40 WITA Follow
Beritabali.com

beritabalicom

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Berdasarkan hasil survey BNN RI tercatat ada 5 daerah yang masuk rawan narkoba, yakni Seminyak, Pemecutan Kelod, Dauh Puri Klod, Gianyar dan Buleleng. Di lima daerah tersebut, wilayah Seminyak merupakan zona merah rawan narkoba dan harus segera dilakukan pemberdayaan alternatif.
 
[pilihan-redaksi]
Hal itu terungkap di sela-sela pertemuan Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN RI, Drs. Dunan Ismail Isja, MM, didampingi Direktur Pemberdayaan Alternatif Deputi BNN Brigjen. Pol. Dr. Juansih dan Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa, SH di Hotel Aston, Kamis (19/4).
 
Para pejabat BNN itu menjadi narasumber kegiatan Rapat Kerja dalam rangka sinergi program Pemberdayaan Alternatif pada kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Bali. Sebanyak 50 orang peserta hadir, terdiri dari beberapa perwakilan lembaga pemerintah dan swasta Provinsi Bali, tokoh-tokoh masyarakat, praktisi akademis dan beberapa perwakilan elemen lainnya.
 
Selain itu, dalam kegiatan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) tersebut dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa dan Kabag Wasidik Dir Narkoba Polda Bali AKBP Putu Janawati, S.H., M.H. 
 
"Tujuan rapat kerja ini adalah untuk memetakan kawasan rawan dan rentan narkoba, dengan tujuan merubah mindset pelaku narkoba berubah dari pekerjaan yang ilegal menjadi legal," ungkap Dunan Ismail, dalam sambutannya.
 
[pilihan-redaksi2]
Menurutnya, Pulau Bali sebagai sentral pariwisata tentu sangat menarik perhatian pengedar narkoba, apalagi ditambah dengan maraknya bisnis pariwisata. Sementara dalam pemetaan BNN RI, di Bali sendiri terdapat 5 lokasi yang masuk kategori rawan narkoba, sesuai dengan indikator penilaian dan dilaksanakan secara sistematik. 
 
“Lokasi tersebut adalah Daerah Seminyak, Pemecatan Kelod, Dauh Puri Kelod, Batubulan Gianyar, serta daerah Sangsit Buleleng,” tegas Dunan Ismail.
 
Untuk itu, katanya diperlukan peran aktif masyarakat yang sadar terhadap penyalahgunaan narkoba, didukung kerjasama dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan di Bali. Dengan adanya kerjasama ini, tentunya sangat mengambil peran besar sehingga optimalisasi dan sinergitas program dan anggaran diperlukan kerja keras dan komitmen untuk pelaksanaan pemberdayaan alternatif ini.
 
"Kerja keras kita dalam pemberdayaan alternatif ini adalah perjuangan. Jangan hanya menjadi wacana. Target utama pemberdayaan alternatif di Bali adalah kawasan Seminyak dan kedepannya hasil rapat ini adanya kesepakatan upaya bersama antara BNN dan masyarakat untuk merubah wilayah ini dari kawasan rawan narkoba," timpal Dunan Ismail. [bbn/Spy/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami