Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 3 Juli 2026
Pastika: Kehidupan Keseharian Berganti Peran Seperti Topeng
Minggu, 20 Mei 2018,
08:55 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Beritabali.com.Gianyar, Gubernur Pastika secara pribadi mengaku sangat tertarik dengan seni topeng, mengingat kehidupan setiap orang dalam keseharian selalu berganti peran yang dianalogikan sebagai topeng.
[pilihan-redaksi]
"Setiap hari kita berganti peran yang bisa diartikan sebagai topeng, mulai dari kita tidur melakoni peran suami istri, esok kita bangun melakoni peran bapak, setelah ditempat kerja misalnya saya melakoni peran jadi Gubernur," ungkapnya saat pertunjukkan kesenian Topeng Tradisional Jepang "Hayachine Take Kagura" dalam rangka peringatan Tahun ke 60 hubungan diplomatik antara Indonesia dengan jepang di Rumah Topeng dan Wayang Setia Dharma Jl. Tegal Bingin, Br. Tengkulak Tengah, Mas, Ubud, Gianyar, Sabtu (19/5).
"Setiap hari kita berganti peran yang bisa diartikan sebagai topeng, mulai dari kita tidur melakoni peran suami istri, esok kita bangun melakoni peran bapak, setelah ditempat kerja misalnya saya melakoni peran jadi Gubernur," ungkapnya saat pertunjukkan kesenian Topeng Tradisional Jepang "Hayachine Take Kagura" dalam rangka peringatan Tahun ke 60 hubungan diplomatik antara Indonesia dengan jepang di Rumah Topeng dan Wayang Setia Dharma Jl. Tegal Bingin, Br. Tengkulak Tengah, Mas, Ubud, Gianyar, Sabtu (19/5).
Menurutnya topeng menjadi keseharian setiap orang, perempuan memakai bedak pun sebuah topeng. Jika dilihat, kata dia, topeng tua kebanyakan penarinya masih muda tetapi gerakannya sangat tua mengikuti topeng yang dikenakan. Itulah makna filosofi seni topeng sangat jauh melebihi jangkauan pikiran kita.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengapresiasi pertunjukkan kesenian Topeng Tradisional Jepang "Hayachine Take Kagura" dalam rangka peringatan Tahun ke 60 hubungan diplomatik antara Indonesia dengan jepang. Pertunjukkan itu dinilai memiliki makna yang sangat penting untuk mempererat dan memperteguh hubungan diplomatik kedua negara melalui kesenian.
Hal senada disampaikan Konsulat Jendral Jepang, Mr. Shiba, bahwa penyelenggaraan pertunjukkan seperti ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya sempat digelar pada bulan Septembet 2015 di ISI Denpasar, guna peringatan hubungan diplomatik dan sangat sukses menarik antusias penonton setelah berkolaborasi dengan tarian barong.
[pilihan-redaksi2]
Ia pun menjelaskan filosofi tarian dan musik tradisional yg biasanya dipertunjukan ditempat pemujaan tersebut sebagai bentuk doa kehadapan Tuhan. Tarian tersebut menurutnya telah dilestarikan di negaranya sejak tahun 1976, dan terdaftar sebagai warisan tak benda UNESCO pada tahun 2009.
Ia pun menjelaskan filosofi tarian dan musik tradisional yg biasanya dipertunjukan ditempat pemujaan tersebut sebagai bentuk doa kehadapan Tuhan. Tarian tersebut menurutnya telah dilestarikan di negaranya sejak tahun 1976, dan terdaftar sebagai warisan tak benda UNESCO pada tahun 2009.
Sementara itu, Prof. Dibia yang turut diundang pada pertunjukkan itu menyatakan acara tersebut sebagai sebuah perayaaan jembatan budaya yg telah dibangun sekian lama antara Bali dengan Jepang. Ia pun mengamini pertunjukkan tersebut merupakan kolaborasi kesekian kalinya, dan selalu mendapat apresiasi.
"Bali dan Jepang memiliki kesamaan budaya terutama pada seni topeng, sehingga ada benang merah yang gampang dihubungkan. Inilah yang membuat pementasan selalu menarik," ujarnya.
Prof. Dibia seraya berharap pertunjukkan tersebut dapat memperkaya pemahaman seniman Bali terhadap seni topeng Jepang, dan memberi inspirasi kepada seniman kreatif untuk menghasilkan karya baru. (bbn/rlspemprov/rob)
Berita Gianyar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1042 Kali
02
03
04
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 290 Kali
05
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026