Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Pastika Yakin Harga Beras Bisa Lebih Murah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Gubernur Bali Made Mangku Pastika meyakini, beras di Bali bisa dijual dengan harga yang lebih murah. Hal tersebut disampaikan saat mendapatkan informasi adanya beras segar yang dijual dengan harga Rp 8.880/kg di sela-sela Peresmian Toko Tani Indonesia Center di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Denpasar, Jumat (25/5) pagi.
[pilihan-redaksi]
“Di pasaran beras yang biasa itu sebelas ribu, padahal ini bisa tekan sejauh mungkin. Kita potong biaya distribusi dan biaya transaksi. Itulah ciri perdagangan modern sekarang,” kata Gubernur Pastika.
Mantan Kapolda Bali ini berharap Pemerintah Provinsi Bali bisa lebih banyak menyediakan beras ini sehingga inflasi dan kemiskinan di Bali bisa ditekan. Perusda juga bisa melaksanakan hal ini dengan bantuan permodalan dari BPD. “ Dari segi permodalan tidak susah kita punya bank, banknya untung, perusda untung, petani untung, konsumen untung,” jelas Mantan Ketua Tim Investigasi Bom Bali.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi menyambut baik ide tersebut. Bahkan menurutnya beras ini nantinya bisa dijual secara e-commerce dengan bantuan distribusi dari Toko Tani Indonesia.
Menurutnya pola ini sudah dicoba di DKI Jakarta dan ternyata jumlah transaksinya besar. “Kita bisa jual melalui e-commerce. Sehingga harga wajar lebih banyak diperoleh konsumen,” kata Hendriadi.
[pilihan-redaksi2]
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali Drh. I Wayan Mardiana mengatakan saat ini sudah ada 60 Toko Tani Indonesia di Bali yang tersebar di enam Kabupaten, yakni Tabanan, Jembrana, Buleleng, Karangasem, Badung dan Gianyar. Toko Tani Indonesia Center Dinas Ketahanan Pangan adalah salah satu upaya bersama guna memotong mata rantai pasokan pangan yang panjang.
Toko Tani Indonesia bertujuan untuk menjaga stabilnya harga sesuai dengan kemampuan daya beli masyarakat. Sekaligus dalam rangka diversifikasi komoditas pokok yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sembako bagi masyarakat dan komoditi lainnya dengan harga dibawah harga pasar. [bbn/rls/mul]
Reporter: -
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3829 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1773 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang