Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Penyair Ketut Syahruwardi Abbas Luncurkan Buku Puisi "Antara Kita"
Minggu, 27 Mei 2018,
22:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Singaraja. Penyair Ketut Syahruwardi Abbas meluncurkan buku antologi puisi pertamanya yang berjudul Antara Kita di Rumah Belajar Komunitas Mahima, Singaraja, Sabtu 26/5) malam. Selain dimeriahkan pembacaan puisi dari berbagai komunitas seni dari Denpasar dan Singaraja, juga diisi pementasan musikalisasi dari Heri Windi Anggara.
Syahruwardi Abbas mengatakan puisi-puisi dalam buku itu sebagaian besar penciptaannya diilhami oelh hubungan-hubungan antarmanusia atau interaksi manusia, baik ia lihat di desanya di Pegayaman, di tempat kerja, dan dalam pergaulannya di sejumlah tempat.
“Maka itulah judulnya bukunya “Antara Kita”, artinya cerita dan hal-hal apa pun yang terjadi antara kita sebagai manusian,” kata Abbas.
Sejumlah puisinya juga diciptakan ketika ia mengalami sakit dan dirawat di rumah sakit. Antara lain dalam puisi berjudul “Dari Bangsal RS”.
“Puisi itu diciptakan setelah saya berada di antara hidup dan mati di rumah sakit. Bayangkan, semua tubuh saya dikurung kabel lalu suara-suara dari alat medis yang terengar begitu mengerikan. Besoknya ketika bangun, ternyata saya masih hidup. Saat itu saya menyatakan syukur yang amat besar pada Tuhan,” katanya.
Puisi lain yang sangat menyentuh adalah puisi yang ditulis kepada sahabatnya, Kadek Suardana, seorang tokoh teater Bali yang meninggal di Cina beberapa tahun lalu. Puisi itu berjudul “Kadek” yang kemudian ia baca dengan sangat mengharukan di Rumah Mahima.
Buku puisi “Antara Kita” berisi 72 puisi yang ditulisnya dari tahun 1993 hingga 2017. Abbas yang lahir di Desa Pegayaman, Sukasada, Buleleng, mulai mengenal sastra sejak kanak-kanak ketika ia memenangkan lomba baca puisi di Lombok Barat, NTB. Beberapa kali memenangi lomba penulisan puisi di Bali maupun tingkat nasional.
Kenapa baru menerbitkan buku setelah sekian lama menjadi penyair? Abbas mengatakan, dulu ia tak pernah berpikir menerbitkan buku puisi apalagi di tengah kesibukannya menjadi wartawan di sejumlah media. Namun belakangan atas desakan banyak teman ia akhirnya menerbitkan buku puisi pertamanya. “Apalagi buku adalah bagian dari sejarah kepenyairan kita,” katanya.
Acara peluncuran buku puisi di Komunitas Mahima dimeriahkan dengan pembacaan puisi dari Frans Jatmiko, Kadek Sonia Piscayanti, Made Adnyana Ole, Desi Nurani, Sumhardika, dan seniman-seniman dari berbagai komunitas di Denpasar, Jembrana, dan Singaraja. Selain itu, pemusikalisasi puisi dari Kelompok Sekali Pentas, Heri Windi Anggara, menggubah puisi-puisi Syahruwardi Abbas untuk dipentaskan menjadi nyanyian.[bbn/rls/psk]
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5981 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4673 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2307 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026