Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 20 Juni 2026
Hujan Abu di Rendang Dipastikan Berasal dari Tumpukan Lava Gunung Agung
Senin, 11 Juni 2018,
17:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com,Karangasem. Fenomena hujan abu menyerupai pasir yang turun di sejumlah wilayah pasca erupsi Gunung Agung pada Minggu malam (10/06) sekitar pukul 22.14 wita tersebut berasal dari tumpukan lava yang berada di Kawah Gunung Agung.
[pilihan-redaksi]
Hal inilah yang menyebabkan hujan abu yang turun di wilayah Rendang seperti di Desa Pempatan Dusun Pemuteran, Puragae dan wilayah sekitarnya turun hujan abu berukuran lebih besar yang menyerupai pasir berwarna kehitaman.
Hal inilah yang menyebabkan hujan abu yang turun di wilayah Rendang seperti di Desa Pempatan Dusun Pemuteran, Puragae dan wilayah sekitarnya turun hujan abu berukuran lebih besar yang menyerupai pasir berwarna kehitaman.
Menurut Kasubid Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur, Dr. Devi Kamil Syahbana ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan, bahwa fenomena tersebut memang hujan pasir yang berasal dari tumpukan lava di dasar kawah terdorong naik oleh letusan malam tadi.
"Iya itu hujan pasir berasal dari tumpukan lava di dalam kawah," ujarnya Senin (11/6).
[pilihan-redaksi2]
Sementara itu, sempat ditanya apakah mungkin terjadi erupsi susulan, dirinya menjawab untuk erupsi suaulan masih mungkin terjadi. Oleh karena itu PVMBG masih melarang aktivitas dalam radius 4 km dari puncak kawah Gunung Agung.
Sementara itu, sempat ditanya apakah mungkin terjadi erupsi susulan, dirinya menjawab untuk erupsi suaulan masih mungkin terjadi. Oleh karena itu PVMBG masih melarang aktivitas dalam radius 4 km dari puncak kawah Gunung Agung.
Sementara itu, berdasarkan periode letusan yang terjadi sebelumnya, Devi Kamil memperkirakan letusan Gunung Agung terjadi setiap 10 hari sekali, seperti pada tanggal 19 Mei, 29 Mei dan sekarang tanggal 10 Juni 2018 kembali terjadi erupsi. Kendati demikian hitungan tersebut menurutnya hanya sebatas perkiraan semata bukan hitungan pasti paling tidak bisa diantisipasi sehingga tidak mengagetkan.
"Setiap 10 harian terjadi erupsi, ya bukan hitungan pasti tapi setidaknya kita bisa antisipasi dan tidak kaget jika kembali erupsi," tandasnya. (bbn/igs/rob)
Berita Karangasem Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
02
03
04
05
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026