Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 3 Oktober 2026
Hujan Abu di Rendang Dipastikan Berasal dari Tumpukan Lava Gunung Agung
Senin, 11 Juni 2018,
17:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com,Karangasem. Fenomena hujan abu menyerupai pasir yang turun di sejumlah wilayah pasca erupsi Gunung Agung pada Minggu malam (10/06) sekitar pukul 22.14 wita tersebut berasal dari tumpukan lava yang berada di Kawah Gunung Agung.
[pilihan-redaksi]
Hal inilah yang menyebabkan hujan abu yang turun di wilayah Rendang seperti di Desa Pempatan Dusun Pemuteran, Puragae dan wilayah sekitarnya turun hujan abu berukuran lebih besar yang menyerupai pasir berwarna kehitaman.
Hal inilah yang menyebabkan hujan abu yang turun di wilayah Rendang seperti di Desa Pempatan Dusun Pemuteran, Puragae dan wilayah sekitarnya turun hujan abu berukuran lebih besar yang menyerupai pasir berwarna kehitaman.
Menurut Kasubid Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur, Dr. Devi Kamil Syahbana ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan, bahwa fenomena tersebut memang hujan pasir yang berasal dari tumpukan lava di dasar kawah terdorong naik oleh letusan malam tadi.
"Iya itu hujan pasir berasal dari tumpukan lava di dalam kawah," ujarnya Senin (11/6).
[pilihan-redaksi2]
Sementara itu, sempat ditanya apakah mungkin terjadi erupsi susulan, dirinya menjawab untuk erupsi suaulan masih mungkin terjadi. Oleh karena itu PVMBG masih melarang aktivitas dalam radius 4 km dari puncak kawah Gunung Agung.
Sementara itu, sempat ditanya apakah mungkin terjadi erupsi susulan, dirinya menjawab untuk erupsi suaulan masih mungkin terjadi. Oleh karena itu PVMBG masih melarang aktivitas dalam radius 4 km dari puncak kawah Gunung Agung.
Sementara itu, berdasarkan periode letusan yang terjadi sebelumnya, Devi Kamil memperkirakan letusan Gunung Agung terjadi setiap 10 hari sekali, seperti pada tanggal 19 Mei, 29 Mei dan sekarang tanggal 10 Juni 2018 kembali terjadi erupsi. Kendati demikian hitungan tersebut menurutnya hanya sebatas perkiraan semata bukan hitungan pasti paling tidak bisa diantisipasi sehingga tidak mengagetkan.
"Setiap 10 harian terjadi erupsi, ya bukan hitungan pasti tapi setidaknya kita bisa antisipasi dan tidak kaget jika kembali erupsi," tandasnya. (bbn/igs/rob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1072 Kali
02
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 417 Kali
03
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 367 Kali
04
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 330 Kali
05
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 269 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026