Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
BI Harap E-Parking Mampu Dongkrak PAD Tabanan
Kamis, 28 Juni 2018,
13:55 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com,Tabanan. Dengan implementasi E-Parking di Tabanan, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah dan kualitas data serta layanan parkir. Selain beberapa manfaat tersebut, e-Parking juga sudah terbukti meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
[pilihan-redaksi]
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) provinsi Bali, Causa Iman Karana mengatakan program e-Parking ini sejalan dengan GNNT dan mendukung terciptanya berkurangnya pengguna uang tunai (Less Cash Society). Oleh karena itu, KPw BI Provinsi Bali secara khusus memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Bupati Tabanan atas peran sertanya dalam menyukseskan GNNT melalui e-Parking tersebut.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) provinsi Bali, Causa Iman Karana mengatakan program e-Parking ini sejalan dengan GNNT dan mendukung terciptanya berkurangnya pengguna uang tunai (Less Cash Society). Oleh karena itu, KPw BI Provinsi Bali secara khusus memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Bupati Tabanan atas peran sertanya dalam menyukseskan GNNT melalui e-Parking tersebut.
Implementasi e-Parking akan membawa manfaat yang cukup besar, baik bagi masyarakat atau pengguna jasa parkir diantaranya adalah: adanya kejelasan bukti pembayaran, tarif yang jelas, dan jumlah yang dibayar akurat sesuai dengan tarif resmi.
"Selain itu, proses transaksi juga lebih praktis dan nyaman karena tidak diperlukan waktu tambahan untuk menghitung uang, serta tidak ada uang kembalian maupun risiko uang terjatuh," ungkapnya saat memberikan sambutan pada peluncuran E-Parking di Tabanan, Kamis (28/6).
Bagi Pemerintah, e-Parking dengan uang elektronik ini akan menurunkan paling tidak 4 risiko, yaitu: pertama risiko fraud khususnya kebocoran retribusi karena masih ada proses manual yang dilakukan oleh manusia; kedua risiko kesalahan penghitungan penerimaan dan pengembalian; ketiga risiko penerimaan uang palsu; dan keempat risiko keamanan sewaktu pengumpulan uang tunai. Disamping itu, e-Parking juga akan mengurangi biaya operasional pengelolaan uang tunai (cash handling) dan potensi praktek pungli.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bali menyambut baik implementasi e-Parking (Elektronifikasi Pembayaran Parkir) di Kabupaten Tabanan. Elektronifikasi adalah suatu upaya untuk merubah cara pembayaran dari manual (tunai) menjadi elektronis (non tunai).
E-Parking adalah cara pembayaran parkir secara elektronik dengan cara menempelkan Uang Elektronik pada Terminal Parkir Elektronik (TPE) yang ditempatkan di beberapa titik parkir.
Sejak pencanangan GNNT (Gerakan Nasional Non Tunai) oleh Pemerintah dan Bank Indonesia pada tanggal 14 Agustus 2014, Bank Indonesia semakin gencar mendorong perluasan penggunaan transaksi non tunai ke berbagai transaksi masyarakat dan Pemerintah Daerah melalui program Elektronifikasi Pembayaran. Salah satu wujud nyata hal tersebut adalah langkah Pemerintah Kabupaten Tabanan yang mengimplementasikan sistem pembayaran parkir secara elektronik (e-Parking).
[pilihan-redaksi2]
Pada hari Kamis (28/6), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan mulai memberlakukan sistem e-Parking di sejumlah kawasan di wilayah Kabupaten Tabanan. Lokasi e-Parking meliputi: parkir di tepi jalan umum (on street) dan pelataran parkir (off street) di Kabupaten Tabanan. Pembayaran parkir menggunakan uang elektronik multibank dari 6 (enam) bank, antara lain: e-money dari Bank Mandiri, TapCash dari Bank BNI, Brizzi dari Bank BRI, Flazz dari BCA, e-money Blink dari BTN, dan e-money BPD dari Bank BPD Bali.
Pada hari Kamis (28/6), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan mulai memberlakukan sistem e-Parking di sejumlah kawasan di wilayah Kabupaten Tabanan. Lokasi e-Parking meliputi: parkir di tepi jalan umum (on street) dan pelataran parkir (off street) di Kabupaten Tabanan. Pembayaran parkir menggunakan uang elektronik multibank dari 6 (enam) bank, antara lain: e-money dari Bank Mandiri, TapCash dari Bank BNI, Brizzi dari Bank BRI, Flazz dari BCA, e-money Blink dari BTN, dan e-money BPD dari Bank BPD Bali.
KPwBI Provinsi Bali meyakini keberhasilan Pemerintah Kabupaten Tabanan melakukan elektronifikasi pembayaran parkir (e-parking) akan menjadi contoh dan role mode yang membuat daerah-daerah lain khususnya di Kawasan Timur Indonesia dapat mempelajari dan mengikutinya.
Implementasi e-parking dengan Uang Elektronik pada Terminal Parkir Elektronik (TPE) di Kabupaten Tabanan ini merupakan yang pertama kali dan menjadi satu-satunya daerah di luar Pulau Jawa yang telah mengimplementasikan pembayaran parkir pada TPE dengan uang elektronik dari perbankan. (bbn/rls/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3823 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1767 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026