Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 20 September 2026
PVMBG Catat Energi Termal Gunung Agung Terbesar 819 Megawatt
Sabtu, 30 Juni 2018,
05:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com,Karangasem. Berdasarkan rilis yang diterbitkan Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, (PVMBG) Kementerian ESDM, Jumat (29/06) hingga pukul 15.00 wita menyebutkan bahwa energi dari titik panas di dalam kawah Gunung Agung ini merupakan energi termal terbesar yang pernah terekam sepanjang krisis Gunung Agung sejak tahun 2017 hingga tahun 2018.
[pilihan-redaksi]
Lebih lanjut, menurut Kasubid Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur, Dr. Devi Kamil Syahbana mengatakan melalui citra satelit termal merekam adanya titik panas (Hotspot) di dalam kawah Gunung Agung pada Jumat (29/06) dengan energi termal mencapai 819 Megawatt.
Lebih lanjut, menurut Kasubid Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur, Dr. Devi Kamil Syahbana mengatakan melalui citra satelit termal merekam adanya titik panas (Hotspot) di dalam kawah Gunung Agung pada Jumat (29/06) dengan energi termal mencapai 819 Megawatt.
"Jika dibandingkan dengan periode peningkatan aktivitas gunung Agung pada akhir November 2017 lalu, dimana energi termal yang terekam maksimum hanya mencapai 97 Megawatt saja, jadi bisa dibandingkan berapa kali lipat untuk mencapai 819 Megawatt yang terdeteksi saat ini," paparnya.
[pilihan-redaksi2]
Di sisi lain, terkait gempa tremor pada periode pengamatan hari jumat (29/06) dari pukul 00.00 wita sampai 06.00 wita. Dimana gempa tremor terekam dengan amplitudo 2-15 mm dominan 10 mm, menurutnya, hal tersebut disebabkan karena ada efusi lava ke dalam kawah. Efusi lava adalah penambahan kubah lava di dalam kawah.
Di sisi lain, terkait gempa tremor pada periode pengamatan hari jumat (29/06) dari pukul 00.00 wita sampai 06.00 wita. Dimana gempa tremor terekam dengan amplitudo 2-15 mm dominan 10 mm, menurutnya, hal tersebut disebabkan karena ada efusi lava ke dalam kawah. Efusi lava adalah penambahan kubah lava di dalam kawah.
"Kalo ada lava mengalir kedalam kawah, amplitudonya ya naik," ujarnya ketika dikonfirmasi.
Hanya saja, kata dia untuk jumlah efusi lava pihaknya belum bisa mengetahui jumlahnya berapa karena masih menunggu data dari satelit. Selain itu, pagi ini amplitudo tremor juga mulai agak mereda. (bbn/igs/rob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8024 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5650 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2392 Kali
05
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026