Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 26 September 2026
Hasil Penelitian YPKP: Resiko Konsumsi Vape 2 Kali Lebih Rendah dari Rokok
Jumat, 3 Agustus 2018,
07:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Hasil penelitian Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia menyatakan produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik atau vape memiliki resiko kesehatan dua kali lebih rendah daripada rokok.
[pilihan-redaksi]
Peneliti YPKP Indonesia, Dr. drg. Amaliya, MSc. Ph.D, mengatakan produk tembakau alternatif, juga menjadi salah satu solusi bagi perokok aktif yang tidak bisa berhenti secara langsung. Perokok dapat berhenti secara bertahap dengan cara beralih ke produk tembakau yang memiliki resiko kesehatan lebih rendah.
Peneliti YPKP Indonesia, Dr. drg. Amaliya, MSc. Ph.D, mengatakan produk tembakau alternatif, juga menjadi salah satu solusi bagi perokok aktif yang tidak bisa berhenti secara langsung. Perokok dapat berhenti secara bertahap dengan cara beralih ke produk tembakau yang memiliki resiko kesehatan lebih rendah.
“Akan tetapi, tetap cara paling baik untuk tidak terpapar penyakit terkait rokok, tentu adalah dengan cara berhenti merokok sepenuhnya,” jelas Amaliya.
Dikatakan, menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) Provinsi Bali, perokok dewasa di Bali mencapai 18 persen. Melihat angka tersebut, Pulau Dewata membutuhkan solusi komprehensif untuk menurunkan jumlah perokok.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Aryo Andrianto menjelaskan perokok yang ingin beralih ke produk tembakau alternatif merasa khawatir karena produk ini belum mendapatkan izin dari pemerintah.
"Saat ini, melalui PMK 146 dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, pemerintah secara resmi telah menyatakan, legalitasnya. Ini merupakan, kemajuan bagi industri kami yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Dikatakan, bahwa merujuk kembali pada berbagai hasil penelitian yang menyatakan bahwa produk tembakau alternatif memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah, seyogyanya pemerintah kedepannya juga dapat membuat peraturan yang lebih bijak dengan mempertimbangkan sisi konsumen. Yakni, perokok aktif yang berkeinginan untuk berhenti dengan menggunakan produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik atau vape dan produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar dalam prosesnya.
[pilihan-redaksi2]
"Dalam hal ini sangat penting peran pemerintah dalam mendorong upaya penurunan prevalensi rokok, salah satunya dapat ditempuh dengan penggunaan produk tembakau alternatif. Upaya untuk mengatasi permasalahan ini dapat dimulai dari daerah, yaitu dengan pemberian informasi yang tepat mengenai produk tembakau alternatif dan bagaimana potensinya dapat membantu perokok untuk beralih ke produk tembakau yang lebih rendah risiko. Bahkan, bukan tidak mungkin nantinya bisa berhenti total," ucapnya.
"Dalam hal ini sangat penting peran pemerintah dalam mendorong upaya penurunan prevalensi rokok, salah satunya dapat ditempuh dengan penggunaan produk tembakau alternatif. Upaya untuk mengatasi permasalahan ini dapat dimulai dari daerah, yaitu dengan pemberian informasi yang tepat mengenai produk tembakau alternatif dan bagaimana potensinya dapat membantu perokok untuk beralih ke produk tembakau yang lebih rendah risiko. Bahkan, bukan tidak mungkin nantinya bisa berhenti total," ucapnya.
Aryo menambahkan, pemerintah juga setidaknya tetap memberi ruang bagi pengguna produk tembakau alternatif untuk mengonsumsinya di tempat-tempat umum. Karena, uap yang dihasilkan produk tersebut tidak merubah kualitas udara dalam ruangan tertutup. Dengan demikian diharapkan semakin banyak perokok yang terdorong untuk beralih ke produk lebih rendah resiko tersebut juga. (bbn/aga/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8431 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5803 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3629 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2454 Kali
05
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026