Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 4 Mei 2026
Mahasiswa Asal Sumba Tewas Dikeroyok Pemuda Tak Dikenal di Pemogan
Rabu, 5 September 2018,
23:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Kasus pengeroyokan dan penganiayaan menimpa seorang pemuda, Umbu Wedo Gaung Lahlo (19) tinggal di Jalan Raya Pemogan Gang SD XI, Denpasar Selatan (Densel).
[pilihan-redaksi]
Mahasiswa Saraswati asal Sumba Nusa Tenggara Timur itu dikeroyok sejumlah pemuda tak dikenal di depan Minimarket Wahyu Jaya di Jalan Raya Pemogan, Denpasar Selatan, Minggu (2/9) dini hari lalu. Akibat pengeroyokan tersebut, korban tewas setelah menjalani perawatan intensif selama 2 hari di RSUP Sanglah, Denpasar.
Mahasiswa Saraswati asal Sumba Nusa Tenggara Timur itu dikeroyok sejumlah pemuda tak dikenal di depan Minimarket Wahyu Jaya di Jalan Raya Pemogan, Denpasar Selatan, Minggu (2/9) dini hari lalu. Akibat pengeroyokan tersebut, korban tewas setelah menjalani perawatan intensif selama 2 hari di RSUP Sanglah, Denpasar.
Kematian Umbu Wedo Gaung Lahlo terungkap setelah polisi menerima laporan dari saudara korban, yakni Oktavianus Touwa Djoro (28). Pelapor menceritakan kepada polisi, sebelumnya dia mendapat telpon dari korban, saat berada dirumah kosnya di Jalan Raya Pemogan Gang SD XI, Denpasar Selatan (densel), Minggu (2/9) sekitar pukul 00.30 dini hari.
Dari percakapan di handphone, korban mengaku dikeroyok sejumlah pemuda tak dikenal saat bekerja di depan Minimarket Wahyu Jaya di Jalan Raya Pemogan, densel. Akibat penganiayaan tersebut, kondisi korban kritis dan dirawat RSUP Sanglah, Denpasar. Beberapa menit berbicara kepada pelapor, korban menutup telponnya.
“Beberapa menit berbicara, telpon dari korban terputus. Kata korban sedang dirawat di rumah sakit,” ujar sumber di lapangan, Rabu (5/9).
Kaget mendengar saudaranya dianiaya, pelapor bergegas mendatangi RSUP Sanglah Denpasar untuk melihat kondisi korban yang saat itu kritis. Nahas, sehari menjalani perawatan tim medis, mahasiswa Universitas Saraswati Denpasar itu meregang nyawa, pada Senin (3/9) sekitar pukul 19.15 Wita. Oktavianus kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Denpasar Selatan (densel).
[pilihan-redaksi2]
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Densel Kompol Nyoman Wirajaya didampingi Kanitreskrim Iptu Hadimastika membenarkan kasus penganiayaan di depan minimarket Pemogan densel. Kapolsek mengatakan korban meninggal saat menjalani perawatan tim medis di RSUP Sanglah Denpasar. “Benar, korban penganiayaan meninggal dunia,” ungkapnya, Rabu (5/9).
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Densel Kompol Nyoman Wirajaya didampingi Kanitreskrim Iptu Hadimastika membenarkan kasus penganiayaan di depan minimarket Pemogan densel. Kapolsek mengatakan korban meninggal saat menjalani perawatan tim medis di RSUP Sanglah Denpasar. “Benar, korban penganiayaan meninggal dunia,” ungkapnya, Rabu (5/9).
Diterangkannya, beberapa pelaku penganiayaan sudah ditangkap pascakejadian tersebut. Namun mantan Kapolsek Kuta ini enggan menjelaskan identitas pelakunya dengan alasan masih dalam pengembangan.
“Pelaku sudah ditangkap dan masih kami kembangkan,” tegasnya tanpa merinci motif penganiayaan tersebut. Hingga tadi malam polisi masih melakukan pra-rekontruksi di Polsek Densel untuk mencari tersangka lain. (bbn/Spy/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 394 Kali
02
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 350 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 346 Kali
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026