Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 12 Mei 2026
Bule Duduk di Pelinggih, Pengelola Pura Batukaru Segera Gelar Upacara Guru Piduka
Kamis, 13 September 2018,
18:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com,Tabanan. Foto wisatawan asing dengan pose duduk diatas pelinggih Pura Pekiyisan Subak Tukad Yeh Mawa di Kawasan Pura Luhur Batukaru, Desa Wangaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, disikapi dengan cepat oleh pengelola Pura Batukaru.
[pilihan-redaksi]
Pihak pengelola Pura Batukaru segera melangsungkan upacara gurupiduka atas kejadian tersebut. Keputusan itu diambil usai rapat darurat yang difasilitasi Kapolsek Penebal AKP I Ketut Mastra Budaya. Rapat yang digelar di wantilan Pura Batukaru, Kamis ( 13 Sepetember 2018) itu dihadiri juga Danramil Penebel, karyawan dan pecalang, serta sejumlah tokoh masyarakat Desa Wangaya Gede.
Pihak pengelola Pura Batukaru segera melangsungkan upacara gurupiduka atas kejadian tersebut. Keputusan itu diambil usai rapat darurat yang difasilitasi Kapolsek Penebal AKP I Ketut Mastra Budaya. Rapat yang digelar di wantilan Pura Batukaru, Kamis ( 13 Sepetember 2018) itu dihadiri juga Danramil Penebel, karyawan dan pecalang, serta sejumlah tokoh masyarakat Desa Wangaya Gede.
Bendesa Adat Wangaya Gede sekaligus Ketua Umum Sad Kahyangan Jagat Bali Pura Luhur Batukau I Gede Manu Ardana mengatakan kejadian tersebut di luar jangkauan pengawasan. “Lokasi pelinggih jauh dari Pura Utama atau sekitar 100 meter di sebelah barat Pura Batukaru," jelasnya.
Atas kejadian itu, kedepan pihaknya lebih mengefektifkan pengawasan di areal Pura Batukau, khususnya pengawasan pada wisawatan yang tidak didampingi guide. Seperti diketahui, banyak wisatawan yang berkunjung untuk melihat keagungan Pura Sad Kahyangan tersebut. Dimana sehari rata rata kunjungan mencapai angka 100 wisawatan.
"Kami juga akan memasang pintu gerbang terali di pelinggih tersebut, dan memasang petunjuk agar wisatawan tidak masuk ke dalam areal pelinggih," terangnya.
Dikatakan Gede Manu Ardana, pelinggih tersebut merupakan genah pekiyisan atau penyungsungan subak, yang dimiliki oleh sedahan agung. Mengenai saran dari pihak kepolisian yang meminta pihak pengelola memasang CCTV, masih menjadi pertimbangan pihaknya.
“Untuk pemasangan CCTV harus dimusyawarahkan dulu dengan kebayan Ketua Pengepon Pura,” terangnya.
Saran untuk memasang CCTV juga diungkapkan salah satu tokoh masyarakat setempat. Namun hingga saat ini belum juga bisa terwujud. “Dulu ketika sempat ada isu teroris yang sembunyi di Puncak Gunung Batukaru, sudah sempat diusulkan agar setiap kendaraan yang datang nomor kendaraanya dicatat. Untuk memudahkan pengawasan. Namun hal itu tidak pernah dilakukan,” jelas salah satu warga setempat.
Sedangkan dari perwakilan Karyawan mengakui kalau itu merupakan keteledorannya sehingga terjadinya peristiwa itu. “Kami akui lengah, kedepan pengawasan akan lebih ditingkatkan,” tandasnya.
Sementara itu Kapolsek Penebel AKP I Ketut Mastra Budaya mengatakan pasca mendapat informasi adanya kasus di wilayah areal Pura Batukaru, atas petunjuk pimpinan, pihaknya menggelar rapat darurat agar permasalahan ini bisa segera dituntaskan.
Yang jelas dikatakannya, dalam rapat itu bukan bertujuan untuk mencari benar atau salah, melainkan mencari solusi agar kejadian serupa tidak lagi terjadi di kawasan suci lainnya.
"Wisawatan cenderung tidak paham, karena mereka memiliki kepercayaan sendiri, inilah yang perlu mendapat perhatian bersama, baik pengelola, karyawan maupun pecalang, bisa juga dengan memberikan panduan ataupun memasang larangan yang mudah dipahami oleh mereka, "sarannya.
Pihaknya telah melakukan penyelidikan untuk mengetahui keberadaan pelaku dan pengunggah foto. “Untuk sementara asal wisatawan itu pun belum kami ketahui pasti. Dan ini yang sedang kami telusuri,” tandasnya.
[pilihan-redaksi2]
Sebagai aparat kepolisian, pihaknya menekankan agar sistem pengamanan ditingkatkan, apalagi ini merupakan kawasan suci, sehingga setiap kejadian bisa termonitor. "Kalau karyawan kurang sebagai unsur penerima tamu kami harap kedepan bisa lebih diperbanyak, sehingga aktifitas wisatawan di batukaru bisa termonitor terutama yang tidak bawa guide,"pungkasnya.
Sebagai aparat kepolisian, pihaknya menekankan agar sistem pengamanan ditingkatkan, apalagi ini merupakan kawasan suci, sehingga setiap kejadian bisa termonitor. "Kalau karyawan kurang sebagai unsur penerima tamu kami harap kedepan bisa lebih diperbanyak, sehingga aktifitas wisatawan di batukaru bisa termonitor terutama yang tidak bawa guide,"pungkasnya.
Seperti diketahui sebelumnya, masyarakat dihebohkan dengan postingan foto wisawatan asing pria yang naik di atas pelinggih. Setelah ditelisik terkait foto wisatawan asing yang menggunakan kamen lengkap dengan destar itu berasal dari akun Instagram (IG) atas nama @tony.jarvi. Namun sayang setelah sempat viral, akun IG nya justru sulit dilacak atau tidak aktif lagi. (bbn/nod/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1120 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 883 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 706 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 655 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026