Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 24 September 2026
Kopi Belok, Kopi Khas Dusun Jempanang Belok Sidan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Badung. Kopi Belok, begitulah nama salah satu tanaman kopi yang menjadi identitas tanaman kopi di Dusun Jempanang, Desa Belok Sidan Kabupaten Badung. Kopi Belok termasuk didalam golongan kopi jenis robusta klon BP 234. Tanaman kopi jenis ini umumnya tumbuh di iklim tropis, termasuk di Dusun Jempanang. Tanaman kopi ini cocok tumbuh di Dusun Jempanang karena selain beriklim tropis, kultur tanah juga tepat untuk kopi Belok.
[pilihan-redaksi]
Salah satu petani kopi di Dusun Jempanang I Wayan Pingit menuturkan kopi Belok pertamakali ditemukan oleh warga Belok pada tahun 1957. Sejak tahun 1961 mulai di budidayakan oleh masyarakat jempanang dan menjadi kopi unggulan masa itu. Namun pada tahun 1975 budidaya kopi Belok mulai menurun akibat budidaya kopi arabika secara massal.
“Masyarakat mulai melakukan budidaya kopi arabika karena memiliki harga jual relatif lebih tinggi daripada kopi Belok. Saat itu kopi Belok dibudidayakan hanya untuk di komsumsi saja oleh masyarakat jempanang” tutur pria berusia 72 tahun tersebut saat dikonfirmasi di Dusun Jempanang pada Jumat (21/9).
Menurut salah satu petani yang membudidayakan kopi Belok I Wayan Pingit, kopi Belok memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan kopi lainnya. Kopi Belok memiliki batang lebih ramping dengan percabangan yang panjang dan lentur dengan ukuran yang sedang tapi tidak seragam.

[pilihan-redaksi2]
Kopi Belok memiliki kelebihan yaitu tahan terhadap serangan hama cacing akar ( nematoda) serta tahan terhadap tanah yang kurang subur dan memiliki produktifitas pertahun mencapai 800-1200 kilogram per-hektar. Kopi belok bisa di budidayakan di daerah mana saja, tetapi produktivitas dan ketahan tidak akan sama seperti di Dusun Jempanang yang memang merupakan habitat asli kopi Belok” papar pemerhati kopi Belok I Ketut Jati.
Ketua Subak Tegalan Dusun Jempanang I Wayan Widan mengakui untuk pengembangn kopi Belok di Dusun Jempanang masih relatif rendah karena terkendala harga jual yang rendah dibandikan kopi arabika. Apalagi kopi Belok belum menjadi komoditi unggulan di Dusun Jempanang karena kopi arabika masih menjadi unggulan di Dusun Jempanang. “Dan tanantangan yang kami hadapi yaitu bagaimana mendongkrak harga kopi Belok dipasaran supaya menjadi kopi unggulan yang akan berdapak pada budidaya kopi Belok kedepanya” kata Wayan Widana.[bbn/Wana/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8328 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5759 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3602 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2434 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar