Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kopi Belok, Kopi Khas Dusun Jempanang Belok Sidan

Sabtu, 22 September 2018, 06:01 WITA Follow
Beritabali.com

Wana/Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Beritabali.com, Badung. Kopi Belok, begitulah nama salah satu tanaman kopi yang menjadi identitas tanaman kopi di Dusun Jempanang, Desa Belok Sidan Kabupaten Badung. Kopi Belok termasuk didalam golongan kopi jenis robusta klon BP 234. Tanaman kopi jenis ini umumnya tumbuh di iklim tropis, termasuk di Dusun Jempanang. Tanaman kopi ini cocok tumbuh di Dusun Jempanang  karena  selain beriklim tropis, kultur tanah juga tepat untuk kopi Belok.

[pilihan-redaksi]
Salah satu petani kopi di Dusun Jempanang I Wayan Pingit menuturkan kopi Belok pertamakali ditemukan oleh warga Belok pada tahun 1957. Sejak tahun 1961 mulai di budidayakan oleh masyarakat jempanang dan menjadi kopi unggulan masa itu. Namun pada tahun 1975 budidaya kopi Belok mulai menurun akibat budidaya kopi arabika secara massal.

“Masyarakat mulai melakukan budidaya kopi arabika karena memiliki harga jual relatif lebih tinggi daripada kopi Belok. Saat itu kopi Belok dibudidayakan  hanya untuk di komsumsi saja oleh masyarakat jempanang” tutur pria  berusia 72 tahun tersebut saat dikonfirmasi di Dusun Jempanang pada Jumat (21/9).

Menurut salah satu petani yang membudidayakan kopi Belok I Wayan Pingit, kopi Belok memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan kopi lainnya. Kopi Belok memiliki batang lebih ramping dengan percabangan yang panjang dan lentur dengan ukuran yang sedang tapi tidak seragam.

[pilihan-redaksi2]
Kopi Belok memiliki kelebihan yaitu tahan terhadap serangan hama  cacing akar ( nematoda) serta tahan terhadap tanah yang kurang subur dan memiliki produktifitas pertahun mencapai  800-1200 kilogram per-hektar. Kopi belok bisa di budidayakan di daerah mana saja,  tetapi produktivitas dan ketahan tidak akan sama seperti di Dusun Jempanang yang memang merupakan habitat asli kopi Belok” papar pemerhati kopi Belok I Ketut Jati.

Ketua Subak Tegalan Dusun Jempanang I Wayan Widan mengakui untuk pengembangn kopi Belok di Dusun Jempanang masih relatif rendah karena terkendala harga jual yang rendah dibandikan kopi arabika. Apalagi kopi Belok belum menjadi komoditi unggulan di Dusun Jempanang karena kopi arabika masih menjadi unggulan di Dusun Jempanang. “Dan tanantangan  yang kami hadapi yaitu bagaimana mendongkrak harga kopi Belok dipasaran supaya menjadi kopi unggulan yang akan berdapak pada budidaya kopi Belok kedepanya” kata Wayan Widana.[bbn/Wana/mul]

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/mul



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami