Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Ngusaba Padi Sebagai Wujud Syukur Kepada Tuhan Dalam Manifestasi Dewi Kesuburan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Petani di Bali khususnya di subak Uma Utu Desa Adat Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan memiliki cara unik untuk menyampaikan bentuk rasa syukur atas keberhasilan panen padi yaitu melalui upacara ngusaba padi.
[pilihan-redaksi]
Makna upacara Ngusaba Padi yang dilaksanakan di Pura Subak Uma Utu Desa Adat Babahan ialah sebagai bentuk rasa syukur terhadap Dewi Sri atau manifestasi Tuhan Sebagai Dewi kemakmuran atau kesuburan.
Para peneliti I Made Krisna Dinata, I Nyoman Sueca, dan Ni Nyoman Mariani dalam artikel berjudul “Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Ngusaba Padi Di Pura Subak Uma Utu, Desa Adat Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan” menuliskan bahwa rasa syukur adalah ungkapan untuk merefleksikan suatu rasa terimakasih kepada Tuhan atas pencapaian yang telah diperoleh, jika dalam konteks Upacara Ngusaba Padi, rasa syukur tersebut adalah ketika mendapati hasil panen sesuai yang diharapkan. Rasa syukur tersebut dicurahkan oleh masyarakat Desa Babahan dengan ritual dan tahapan –tahapan dalam upacara Ngusaba Padi.
Dalam artikel yang dipublikasikan pada Jurnal Penelitian Agama Hindu, Volume 2, Nomor 1 tahun 2018 tersebut juga diungkapkan bahwa ngusaba padi mengandung nilai-nilai pendidikan.
Seperti nilai pendidikan religius yaitu suatu keyakinan yang diinterpretasikan dalam melakukan persembahan dan dipercaya oleh masyarakat dapat menghubungkan dirinya dengan Tuhan atau Ida Sang Hyang Widhi dalam manifestasinya sebagai Dewi Sri.

Selain itu juga mengandung nilai pendidikan kebersamaan yakni adanya suatu aktivitas yang tercermin pada pelaksanaan upacara Ngusaba Padi yang dilakukan dengan semangat Ngayah guna melaksanakan upacara Ngusaba Padi di Pura subak Uma Utu Desa Adat Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.
[pilihan-redaksi2]
Terdapat juga nilai pendidikan estetika atau keindahan yang tercermin dari aktivitas masyarakat yang menggunakan media Banten yang digunakan sebagai media berkomunikasi kehadapan Tuhan. Persembahan atau banten merupakan suatu keindahan. Keindahan bentuknya dan tentunya juga keindahan hati pembuatnya.
Ngusaba Padi memiliki berbagai unsur kebudayaan yang salah satunya adalah sistem religi. Dalam sistem religi tersebut terdapat penggunaan ritus yang digunakan sebagai alat berkomunikasi kehadapan Tuhan.
Dalam berkomunikasi kepada tuhan atau dimana usaha manusia untuk menginterpretasikan bayang-bayang tuhan dalam semesta, masyarakat Desa Babahan menggunakan upakara atau banten sebagai media berkomunikasi dengan Tuhan atau yang dalam konteks ini disebut Dewi Sri / Dewi Kesuburan. [bbn/ Jurnal Penelitian Agama Hindu/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 508 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 400 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 391 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik