Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
TP PKK Buleleng Dorong Edukasi Sampah Lewat Gerakan RISE for Nation
BERITABALI.COM, BULELENG.
Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng, Wardhany Sutjidra, menghadiri sekaligus membuka kegiatan bertajuk “RISE for Nation: Pendidikan Sebagai Kunci Kebangkitan dan Solusi Sampah” di Aula Yayasan Dana Punia, Banyuning, Sabtu (9/5).
Kegiatan yang digelar RISE-Talks Singaraja bekerja sama dengan SMKN 1 Kubutambahan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional.
Dalam sambutannya, Wardhany Sutjidra mengapresiasi penyelenggara yang dinilai berhasil menghadirkan ruang edukasi dan kolaborasi bagi generasi muda serta masyarakat dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi gerakan bersama untuk membangun kesadaran sosial melalui pendidikan dan aksi nyata menjaga lingkungan.
Ia menilai semangat Hari Kebangkitan Nasional saat ini perlu diwujudkan melalui kepedulian terhadap persoalan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah.
“Pendidikan adalah kunci lahirnya generasi masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan memiliki kepekaan sosial,” ujarnya.
Baca juga:
PKK Bali Matangkan Persiapan Lomba HKG 2026
Wardhany juga menegaskan persoalan sampah tidak hanya menjadi isu lingkungan, melainkan telah menjadi persoalan peradaban yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Untuk itu, ia mengajak masyarakat memulai perubahan dari lingkungan terkecil seperti rumah, sekolah, dan komunitas.
“Kebangkitan sejati bukan hanya tentang wacana, tetapi tentang aksi,” tegasnya
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, menyampaikan pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang peduli lingkungan.
Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang membangun kebiasaan baik, termasuk budaya memilah dan mengelola sampah sejak dini.
”Anak-anak harus dibiasakan memahami bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab bersama demi masa depan Bali yang lestari dan berkelanjutan,” ujar Ny. Putri Suastini Koster.
Ia menilai persoalan sampah tidak dapat lagi diselesaikan dengan pola lama yang hanya berorientasi pada pengangkutan dan pembuangan akhir.
Karena itu, dibutuhkan perubahan pola pikir serta keterlibatan aktif masyarakat dan dunia pendidikan dalam membangun budaya pengelolaan sampah berkelanjutan.
“Ketika kesadaran mengelola sampah tumbuh dari rumah dan sekolah, maka kita sedang membangun peradaban yang lebih bertanggung jawab terhadap alam dan kehidupan di masa depan,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3324 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan