Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 4 November 2026
Keberadaan Kafe Remang-Remang di Desa Pemicu Kasus Baru HIV/AIDS
Senin, 29 Oktober 2018,
17:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengungkapkan keprihatinan terkait masih cukup tingginya kasus HIV/AIDS di Pulau Dewata. Menurutnya, keberadaan kafe remang-remang yang saat ini sudah merambah ke desa-desa menjadi salah satu faktor pemicu masih ditemukannya kasus baru HIV/AIDS.
[pilihan-redaksi]
Selaku Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali, ia berharap ada gebrakan untuk memutus mata rantai penyebaran HIV/AIDS. Harapan itu disampaikannya saat menerima Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya dan Kepala Sekretariat KPA Bali Made Suprapta, Senin (29/10).
Selaku Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali, ia berharap ada gebrakan untuk memutus mata rantai penyebaran HIV/AIDS. Harapan itu disampaikannya saat menerima Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya dan Kepala Sekretariat KPA Bali Made Suprapta, Senin (29/10).
"Kalau masyarakat yang di kota, mungkin lebih berhati-hati karena sudah cukup paham akan ancaman penyakit ini. Tapi tidak demikian dengan masyarakat kita yang di desa-desa, sangat rentan sekali tertular ketika sudah mengenal dunia kafe. Ini yang perlu menjadi perhatian kita," imbuhnya.
Untuk itu, Cok Ace minta KPA Provinsi Bali lebih gencar melakukan sosialisasi terkait bahaya penyakit HIV/AIDS dan cara penularannya. Dengan mengetahui bahaya dan pola penularannya, ia berharap masyarakat akan menjauhi perilaku berisiko penularan HIV/AIDS.
Sementara itu, Kadis Kesehatan dr. Suarjaya menginformasikan bahwa secara akumulatif, kasus HIV/AIDS di Bali saat ini tercatat sebanyak 19.600 kasus. "Tiap bulannya ada penambahan 25 hingga 150 kasus," ujarnya.
[pilihan-redaksi2]
Selain program pencegahan secara umum, pihaknya saat ini memberi perhatian khusus pada ibu hamil. Menggandeng lembaga layanan kesehatan mulai jenjang puskesmas, seluruh ibu hamil diwajibkan mengikuti tes HIV/AIDS pada awal kehamilan. Jika kemudian seorang ibu diketahui mengidap HIV/AIDS, penularannya ke anak dapat dicegah dengan obat ARV. Suarjaya berharap, ke depannya upaya pencegahan dapat lebih diintensifkan agar siklus penularan dapat dipotong.
Selain program pencegahan secara umum, pihaknya saat ini memberi perhatian khusus pada ibu hamil. Menggandeng lembaga layanan kesehatan mulai jenjang puskesmas, seluruh ibu hamil diwajibkan mengikuti tes HIV/AIDS pada awal kehamilan. Jika kemudian seorang ibu diketahui mengidap HIV/AIDS, penularannya ke anak dapat dicegah dengan obat ARV. Suarjaya berharap, ke depannya upaya pencegahan dapat lebih diintensifkan agar siklus penularan dapat dipotong.
Menambahkan penjelasan dr. Suarjaya, Made Suprapta mengatakan bahwa program KPA difokuskan pada upaya pencegahan, pengobatan dan pendampingan. Sejauh ini, upaya pencegahan yang dilakukan KPA Bali telah cukup optimal dan secara nasional menempati peringkat dua. Dalam kesempatan itu, Suprapta juga melaporkan rencana peringatan Hari AIDS Sedunia, 1 Desember 2018 mendatang. (bbn/rlspemprov/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
02
03
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 574 Kali
04
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 445 Kali
05
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 435 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026